SUARADARING.COM, PAREPARE – Perum BULOG merilis capaian serapan beras secara nasional mencapai 5 juta ton. Sementara Bulog Cabang Parepare, Sulawesi selatan menjadi salah satu wilayah penyumbang beras dengan capaian 17persen.
Seperti yang diungkapkan Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang kepada suaradaring.com. Jumat, 24 April 2026. Ia mengatakan capaian serapan Nasional tidak terlepas dengan sumbangsih di daerah seperti Bulog Cabang Parepare.
“Ya..ini adalah pencapaian bersejarah dimana Perum BULOG menyerap beras hingga mencapai 5 juta ton. Namun demikian capaian itu tidak terlepas dari kontribusi atau sumbangsih Bulog di daerah. Bulog Cabang Parepare dengan wilayah kerja kota Parepare dan kabupaten Barru, stok yang kami kuasai saat ini adalah 150 ribu ton, atau setara dengan 17 persen sumbangsih kami ke negara. Sementara untuk stok Bulog kanwil Sulselbar mencapai 850ribu ton,”ungkapnya.
Dengan capaian ini, Rahmi yang baru sehari menjabat Pimcab Bulog Parepare berharap, stok pangan Nasional semakin kuat sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Indonesia.
Senada disampaikan wakil Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Muhammad Fajrin Ardinata, bahwa capaian tersebut adalah pertama dalam sejarah penyerapan beras di Indonesia, membuktikan kerja keras Bulog di daerah mampu mendongkrak serapan untuk mewujudkan swasembada pangan seperti yang dicanangkan presiden Prabowo Subianto.
Di tingkat regional, Perum BULOG Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) tampil sebagai salah satu kontributor utama nasional.
Hingga 22 April 2026, stok di wilayah ini mencapai 851.648 ton, atau 17,03 persen dari total nasional.
Dari sisi pengadaan, Bulog Sulselbar telah merealisasikan 435.618 ton setara beras, atau 62,4 persen dari target 697.610 ton tahun 2026.
Kontribusi terbesar di wilayah ini datang dari daerah lumbung pangan, yakni: Cabang Pinrang: 69.745 ton, Cabang Sidrap: 68.464 ton dan Cabang Parepare: 63.102 ton.
Capaian tersebut mempertegas peran strategis Sulselbar sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi erat dengan petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Capaian ini adalah bukti kerja keras seluruh tim di lapangan dalam menyerap hasil panen petani secara optimal. Kami terus memastikan stok di Sulselbar tetap aman dan berkontribusi besar terhadap cadangan nasional, sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah,” ujarnya.
Dikutif dari laman resmi Perum Bulog, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, kondisi stok pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat dan aman. Berdasarkan data terkini, stok Cadangan Beras Pemerintah di Gudang Bulog telah mencapai 4,9 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dengan target dalam waktu dekat menembus 5 juta ton.
Hal itu disampaikan, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman di Komplek Pergudangan Banjarkemantren Perum Bulog Cabang Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 19 April 2026. (*)










