Mahal dan Langka di Pasar, Emak-emak Antre Beli Minyakita

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana antrean warga membeli minyakita di pasar tani yang digelar DPKP kota Parepare

Suasana antrean warga membeli minyakita di pasar tani yang digelar DPKP kota Parepare

SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemandangan yang tak biasanya terjadi di pasar tani yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Kelautan dan Peternakan (DPKP) kota Parepare, Sulawesi selatan bekerjasama dengan Bulog Cabang Parepare. Antrean panjang warga yang didominasi emak-emak untuk membeli minyak goreng subsidi pemerintah jenis minyakita.

Pasar tani yang digelar di halaman kantor DPKP kota Parepare diserbu warga khususnya stand milik Bulog yang menjual minyakita. Jumat, 12 Juni 2026.

Warga rela mengantre dan berdesak-desakan demi mendapatkan minyakita berukuran 1 liter dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 15.700/liter.

Menurut warga harga minyakita di pasar melebih HET yang tertera di label yakni mencapai Rp. 21.000/perliter. Selain mahal kata warga minyakita di pasar juga langka karena menurut pemilik Rumah Pangan Kita (RPK) stok terbatas mengakibatkan minyakita langka.

“Kita beli di sini (Pasar tani) karena murah, kalau di pasar orang beli 20 ribu, kalau di pasar tani 15 ribu,”ungkap Maemunah salah warga yang mengantre minyakita.

Ia bahkan heran Indonesia yang diketahui adalah negara kaya dengan berbagai kekayaan alam, heran dengan kondisi saat ini beli minyak goreng subsidi langka.

“Kenapa Indonesia selalu begini antre padahal banyak, banyak beras baru ladang sawit juga. eh..indonesia itu kaya pak ada minyak, ada pangan. eh kenapa mahal sekali apa-apa. Harapannya bagaimana supaya tidak ada lagi antre beli minyak,”tuturnya.

Pantauan media, sejak sebulan harga minyakita di pasaran terpantau mahal. Meski pemerintah melalui Menteri Perdagangan berencana akan menaikan harga minyakita namun sejumlah pedagang kecil di Pasar semi moderen sentral Lakessi kota Parepare curi star menjual di atas HET hingga Rp. 21.000.

Warga berharap pemerintah bisa menambah pasokan minyakita lebih banyak dan meningkatkan pengawasan penjualan minyakita di pasaran. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa di Tengah Isu Global pada Semester I Tahun 2026
Libur Sekolah Kapal PELNI Makin Diminati Masyarakat
Super Brand Day Telkomsel dan Erajaya di Indonesia Timur, Berikan Banyak Keuntungan Pelanggan dari Diskon hingga Hiburan Digital Gratis
Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pangkalan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Telkomsel Pertegas Komitmen Ciptakan Dampak Bermakna Melalui Bisnis Berkelanjutan
Kolaborasi PLN UP3 Parepare dan UMKM Hadirkan Coffee Shop Ramah Lingkungan
Dukung Stimulus Ekonomi Nasional, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket saat Libur Sekolah 2026
PDAM Parepare Dibanjiri Keluhan di Medsos, Air Berwarna Kecoklatan Hingga Bau Minyak

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:27 WITA

Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa di Tengah Isu Global pada Semester I Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:24 WITA

Libur Sekolah Kapal PELNI Makin Diminati Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:39 WITA

Super Brand Day Telkomsel dan Erajaya di Indonesia Timur, Berikan Banyak Keuntungan Pelanggan dari Diskon hingga Hiburan Digital Gratis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:40 WITA

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pangkalan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:10 WITA

Mahal dan Langka di Pasar, Emak-emak Antre Beli Minyakita

Berita Terbaru

Operasi Gabungan Pengawasan Keimigrasian di UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP)

Advertorial

Imigrasi Parepare Intensifkan Pengawasan WNA di Kabupaten Pinrang

Sabtu, 18 Jul 2026 - 10:12 WITA