SUARADARING.COM, PAREPARE – Pasca ditemukannya ratusan karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekas pakai yang ditemukan warga berserakan di pinggir jalan lahan kosong kelurahan Galung maloang, kecamatan Bacukiki kota Parepare, Sulawesi selatan, yang diindikasi adanya praktek oplosan beras subsidi.
Menindak lanjuti temuan itu pihak aparat Polres Parepare melakukan penyelidikan untuk mengungkap dibalik pembuangan ratusan karung beras tersebut.
Kapolres Parepare, Akbp. Indra Waspada Yuda, kepada awak media mengungkapkan temuan tersebut telah dilakukan proses penyelidikan oleh tim Reskrim dengan memeriksa sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra Bulog Parepare.
“Temuan bekas karung SPHP yang di tempat pembuangan sampah saat ini teman-teman dari reskrim sedang melakukan proses penyelidikan, dan kita sudah keliling kepada sejumlah mitra bulog, antisipasi atau atas dugaan terjadinya pengoplosan beras tetapi saat ini beberapa saksi yang diambil keterangannya belum menunjukkan adanya pengoplosan. Namun tetap kami melakukan penyelidikan,”terang Kapolres, kepada awak media usai memimpin konferensi pers hasil Operasi Pekat Lipu 2026. Senin, 28 Juli 2026.
Kapolres juga menuturkan jika pihaknya telah memanggil Pimpinan Bulog Parepare untuk memberikan keterangan.
“Bulog sudah kami mintai keterangan, jadi dari pihak bulog pun belum mengetahui terkait dengan proses pengoplosan ini tetapi proses penyelidikan tetap berlangsung,”tuturnya.
Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan praktek pengoplosan beras subsidi.
Diberitakan sebelumnya tumpukan karung beras bekas berlabel Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kawasan perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kelurahan Galung Maloang, kecamatan Bacukiki Barat kota Parepare, Sulawesi selatan. Ditemukan warga berserakan hingga viral di Media Sosial (Medsos) sebab pemandangan tersebut tak biasanya terjadi. (*)









