SUARADARING.COM, PAREPARE – Sebagai upaya menekan angka kasus penyebaran penyakit HIV/AIDS di kota Parepare, Sulawesi selatan. Yayasan Pendampingan Kesehatan Terpadu kota Parepare, Sulawesi selatan, memberikan pelatihan penguatan konselor kepada puluhan guru BK sekolah di kota Parepare.
Pelatihan yang mengusung tema “Promotif Preventif HIV dimulai dari sekolah” dilaksanakan di Aula lantai 3 kampus Akademi Perawat (AKPER) Fatima kota Parepare, selasa, 29 Juli 2025. Diikuti Sebanyak 40 peserta dari berbagai sekolah di kota Parepare, terdi dari tingkat SMP/SMA/SMK sederajat, antusias mengikuti pelatihan tersebut yang digelar selama satu hari.
Panitia pelaksana pelatihan, Ikbal Abu yang juga merupakan konselor, menjelaskan tujuan pelatihan tersebut, adalah upaya memperkuat peran tenaga Kesehatan dalam pengendalian penularan HIV, khususnya melalui penguatan konselor di tingkat sekolah untuk mendeteksi dini penyebaran HIV bagi kalangan pelajar.
“Kenapa pesertanya adalah guru bk, SMP,SMA/SMK sederajat itu? karena rata-rata saat ini kasus-kasus orang dengan HIV itu adalah mereka yang masih sekolah di tingkat SMP dan SMA. jadi untuk tema kita kali ini adalah “Promotif Preventif HIV dimulai dari sekolah”. jelasnya saat ditemui di sela kegiatan.
“karena itulah kami mengundang sekolah untuk menghadiri pelatihan ini. Jadi untuk outfutnya nanti setelah pelatihan ini. Bagaimana nanti guru BK yang ada di sekolah pada tingkat SMP,SMA/SMK sederajat itu bisa melakukan pendekatan yang lebih kepada siswanya. Apalagi saat inikan rata-rata siswanya bermain di media sosial, jadi ini nanti guru bk ada tugas tertentu artinya bagaimana bisa jauh mengenal lebih dalam siswanya sendiri, agar mereka bisa dekat untuk mengetahui keadaan siswanya jika di luar sekolah,”ujarnya
Secara data, Ikbal menyebutkan, perkembangan jumlah kasus HIV saat ini di kota Parepare berkisar 264 kasus terdiri dari jenis kelamin perempuan dan lakilaki.
Ikbal menekankan, mengapa pelatihan tersebut penting dilakukan karena melihat fenomena pergaulan saat ini terus mengalami perubahan salah satunya melalui media social.
“Jadi kenapa ini lebih ditekankan lagi saat ini, karena saat ini tuh media social lagi marak-maraknya adalah penyuka sesama jenis terutama sesama lakilaki itu bisa dari aplikasi-aplikasi itu, yang memang di dalamnya sesama jenis saja. Jdai dengan hadirnya konseling di sekolah itu bisa membantu mengurangi siswa-siswi untuk menggunakan aplikasi itu,” pungkasnya. (*)










