Hari Asma Sedunia 2025, dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA: Akses Obat Asma Untuk Semua

Selasa, 6 Mei 2025 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA
( Kepala Staff Medik Paru RSUD Andi Makkasau Parepare)

dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA ( Kepala Staff Medik Paru RSUD Andi Makkasau Parepare)

SUARADARING.COM – Asma adalah salah satu penyakit kronis tidak menular paling umum yang mempengaruhi lebih dari 260 juta orang dan bertanggung jawab atas lebih dari 450.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar kematian ini harusnya dapat dicegah. Di negara-negara berkembang, kurangnya ketersediaan atau tingginya biaya obat-obatan inhalasi, terutama inhaler yang mengandung kortikosteroid inhalasi, merupakan kontributor utama dari 96% kematian akibat asma secara global.

Bahkan di negara- negara dengan pendapatan tinggipun, masih banyak penderita asma memiliki akses terbatas untuk mendapatkan obat inhalasi, yang mengakibatkan asma tidak terkontrol semakin banyak. Pembuat kebijakan, pemerintah, penjamin kesehatan atau asuransi, produsen industri farmasi dan yang tidak kalah penting adalah penderita asma maupun keluarga diminta untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang morbiditas asma tidak terkontrol dan mengenai kematian akibat asma yang harusnya yang dapat dicegah, yakni dengan penggunaan obat inhalasi.

Untuk merayakan Hari Asma Sedunia 2025 yang jatuh pada 6 Mei, Global Initiative for Asthma (GINA) telah memilih tema “Make Inhaled Treatments Accessible for ALL” atau bermakna JADIKAN TERAPI INHALER TERJANGKAU UNTUK SEMUA. GINA maupun PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) menekankan perlunya kepastian penderita asma dapat mengakses obat inhalasi yang penting baik untuk mengendalikan penyakit yang mendasari maupun obat inhalasi untuk pelega. Serangan asma menyebabkan

Tekananbesar bagi penderita dan pekerjaan mereka, dan dapat mengakibatkan rawat inap di rumah sakit dengan risiko terberat adalah kematian akibat gagal napas. Obat inhaler yang mengandung kortikosteroid sebagai pengontrol asma dan obat pelega inhalasi sangat penting dalam penatalaksanaan asma di samping pentingnya edukasi dan terapi non-farmakologi lain.

Masih banyak penderita asma yang mengonsumsi kostikosteroid oral rutin disebabkan ketidaktahuan atau kurangnya akses untuk mendapatkan obat inhaler. Dokter dan tenaga kesehatan lain yang terkait diharapkan untuk dapat memastikan bahwa setiap penderita asma mendapatkan resep obat inhalasi untuk mencegah morbiditas dan kematian akibat asma. Dan tentu saja tak lupa peran serta masyarakat dan pemerintah.

RSUD Andi Makkasau telah memiliki layanan dokter paru sudah lebih dari 10 tahun dengan mempunyai 3 dokter spesialis paru,konsultasikan semua keluhan terkait pernapasan anda ke poli rawat jalan ,obat-obat sesak ini tidak lagi perlu obat racikan yang terus menerus dikonsumsi . Banyak obat Inhalasi tersedia dalam layanan BPJS . Semoga dengan peringatan hari asma sedunia ini, kesadaran terhadap pentingnya obat inhalasi semakin meluas dan saat ini hingga di masa mendatang,segala efek negatif akibat asma maupun akibat pengobatan asma yang kurang tepat semakin bisa dihindari. (*)

Artikel ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA
( Kepala Staff Medik Paru RSUD Andi Makkasau Parepare)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNHAS Gelombang 116 Gelar Pelatihan Pembuatan Puding Tempe, Inovasi Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting
RSUD Andi Makkasau Parepare Miliki Layanan Cathlab Tanpa Harus ke Makassar
Bakti Sosial Imigrasi Kelas II TPI Parepare Melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting
BPJS Kesehatan Parepare Paparkan Program JKN Melalui Media Workshop
Kolaborasi IDI, PPNI, dan INKAVIN Sambut Hari Jantung Sedunia 2025 di Parepare
Dekatkan Program JKN Melalui Media Gathering BPJS Kesehatan Parepare
Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Puluhan Guru BK Ikuti Pelatihan Penguatan Konselor
Baru Lima Bulan Dibuka, RS Hasri Ainun Habibie Parepare Sudah Layani 146 Pasien Operasi Bedah Otak

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03 WITA

Mahasiswa KKN UNHAS Gelombang 116 Gelar Pelatihan Pembuatan Puding Tempe, Inovasi Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting

Senin, 13 Juli 2026 - 15:18 WITA

RSUD Andi Makkasau Parepare Miliki Layanan Cathlab Tanpa Harus ke Makassar

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:35 WITA

Bakti Sosial Imigrasi Kelas II TPI Parepare Melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:12 WITA

BPJS Kesehatan Parepare Paparkan Program JKN Melalui Media Workshop

Senin, 22 September 2025 - 13:06 WITA

Kolaborasi IDI, PPNI, dan INKAVIN Sambut Hari Jantung Sedunia 2025 di Parepare

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bulog Parepare saat diwawancarai usai melakukan Sidak di pasar

Ekonomi & Bisnis

Bulog Parepare Klaim Pendistribusian SPHP ke RPK sudah Sesuai Prosedur

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:22 WITA

Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Sulawesi selatan, merupakan bagian dari Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulawesi Selatan mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Sulsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kekerasan jurnalis LKBN ANTARA M Darwin Fatir

Hukum & Kriminal

Dikhawatrikan Mendek Tim KAJ Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis

Jumat, 24 Jul 2026 - 22:46 WITA