Kotak Kosong Otewe Pilkada Maros 2024, Jalan Mulus Petahana? Ini Tanggapan SII

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARADARING.COM, MAROS—Penyelenggara pemilu di Kabupaten Maros (KPUD & Bawaslu ) baru saja mengumumkan bahwa sampai batas akhir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Maros untuk jalur perseorangan atau independen, tidak ada satupun calon kandidat yang melakukan pendaftaran. Hal ini tentu semakin memuluskan langkah petahana, Chaidir Syam-Suhartina Bohari dalam menapaki kontestasi pilkada Maros 2024.

Direktur Eksekutif Saoraja Institute Indonesia (SII), Amul Hikmah Budiman dalam keterangan persnya, Selasa, 14 Mei 2024, menuturkan bahwa dari jauh-jauh hari sudah mengamati bahwa kemungkinan petahana tidak akan menemukan lawan politik yang mumpuni pada pertarungannya kali ini, baik dari jalur perseorangan maupun koalisi partai politik.

“Jika dikatakan bahwa di Maros hari ini krisis kepemimpinan, tentu ini tidak bisa dibenarkan juga, karena Maros ini punya segudang figur potensial, leadership of generation-nya cukup baik, bahkan sudah ada di kancah nasional. Hanya saja, untuk pilkada kali ini, kalkulasi politiknya harus benar-benar tuntas. Tidak boleh gegabah atau sekadar mencari sensasional. Karena pileg yang baru beberapa bulan dihelat ini, dinamikanya begitu fluktuatif dan atmosfernya sedikit “kejam”, sehingga para figur Maros ini, sudah dewasa dan cerdas dalam mengambil keputusan politik” Ujar Amul.

Lebih jauh Amul mengungkapkan bahwa sempat beredar wacana ada figur yang siap melawan petahana, namun dalam perjalanannya, tidak melakukan gerakan politik apapun. Termasuk untuk maju di jalur independen, sebab proses dan tantangannya tidak mudah. Di Kabupaten Maros, bakal pasangan calon yang mendaftar melalui jalur perseorangan harus menyerahkan syarat minimal dukungan sebanyak 23.568 dukungan yang tersebar di lebih 50 persen jumlah kecamatan atau 8 kecamatan.

“Interval waktu antara Pileg dan Pilkada yang cukup dekat ini, menjadi salah satu indikator rintangan para figur, cost politic pada pileg yang sangat mahal,menjadi standar para voters, mengingat jangka waktunya yang tidak begitu lama, sehingga akan kembali melakukan perilaku politik yang sama di Pilkada, refreshment of politic mind-nya akan cepat kembali mengakar” ungkapnya.

Facebook Comments Box
Bagikan:

Berita Terkait

WNA/WNI dari Luar Negeri Masuk ke Indonesia Wajib Instal Aplikasi ALL Indonesia
Dorong Kepatuhan Wajib Pajak, Jasa Raharja Cabang Parepare Laksanakan Ops Gab PKB & SWDKLLJ Bersama UPT Pendapatan di Tiga Daerah
Transportasi di Sulawesi Selatan Kian Aman bagi Masyarakat, Jasa Raharja Perkuat Sistem Lewat Pendekatan Penta Helix
Imigrasi Kelas II TPI Parepare Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi All Indonesia
Imigrasi Parepare Sasar Dua Daerah Lokasi Operasi Wirawaspada Tahun 2026
Berkat Aspirasi Muzakkir Aqil di DPR RI Jalan Ambo Matti Parepare akan Direhabilitasi
Perkuat Sinergi Antar Bagian Sekretariat DPRD Makassar Gelar Rakor
Cegah TPPO, Imigrasi Parepare Gelar Sosialisasi Desa Binaan di Lemoe

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WITA

WNA/WNI dari Luar Negeri Masuk ke Indonesia Wajib Instal Aplikasi ALL Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 13:14 WITA

Dorong Kepatuhan Wajib Pajak, Jasa Raharja Cabang Parepare Laksanakan Ops Gab PKB & SWDKLLJ Bersama UPT Pendapatan di Tiga Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 23:25 WITA

Transportasi di Sulawesi Selatan Kian Aman bagi Masyarakat, Jasa Raharja Perkuat Sistem Lewat Pendekatan Penta Helix

Senin, 13 April 2026 - 11:45 WITA

Imigrasi Parepare Sasar Dua Daerah Lokasi Operasi Wirawaspada Tahun 2026

Kamis, 9 April 2026 - 21:59 WITA

Berkat Aspirasi Muzakkir Aqil di DPR RI Jalan Ambo Matti Parepare akan Direhabilitasi

Berita Terbaru