SUARADARING.COM, PAREPARE – Event bertajuk “Baku Tumbuk” yang bakal digelar di kota Parepare, Sulawesi selatan, yang menuai sorotan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare, ternyata hingga saat ini belum mengantongi izin berkegiatan.
Hal itu diungkapkan Kapolres Parepare, AKBP. Indra Waspada Yudha, yang ditemui usai berolahraga sepak bola di stadion Bj Habibie kota Parepare. Selasa, 13 Januari 2026.
Kapolres menegaskan pihaknya hingga saat ini belum mengeluarkan izin berkegiatan dengan alasan masih menunggu kelengkapan rekomendasi dari stakeholder terkait.
“Sampai sekarang kita belum berikan izin, jadi kita masih rapat-rapat, rapat kordinasi Jadi nanti rapat terkahir kita memastikan apakah sudah lengkap rekomendasi dari stakeholder yang terkait,”tegasnya.
Kapolres juga menyebutkan jika pihaknya telah melakukan rapat kordinasi bersama dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan juga asosiasi KickBoxing.
“Kita sudah rapat kordinasi dengan Kesbangpol dan juga asosiasi yang membidangi Kickboxing bahwa baku tumbuk ini mengikuti aturan main yang ada di Ki boxing tetapi memang bukan agenda atau event dari asosiasi Ki boxing itu sendiri,” jelasnya.
Pihak kepolisian resor Parepare, kembali akan melakukan rapat kordinasi untuk memastikan aturan main yang akan diterapkan dalam event tersebut.
“Nanti kedepannya kita akan rapat kembali untuk memastikan terkait aturan main yang akan diterapkan di event Baku Tumbuk ini,”pungkas Kapolres.
Sebelumnya event Baku Tumbuk menuai sorotan dari KONI Parepare, Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante meminta pemkot mencabut izin event tersebut. KONI menilai event tersebut ibarat melegalkan perkelahian yang jauh dari budaya di Parepare.
“Saran saya ke Pemkot, sebaiknya dicabut. Karena bagaimana mungkin kepolisian bisa mengeluarkan izin kalau tidak ada rekomendasi dari cabor yang bersangkutan,”tegasnya.
Sementara itu pihak Pemerintah kota melalui Kesbangpol telah mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Fadly menyebut ibarat melegalisasi perkelahian jalanan.
Event baku tumbuk ini ibaratkan melegalisasi perkelahian jalanan. Dilegalkan, diresmikan istilahnya, kalau pemerintah daerah memberikan izin,” ungkap Fadly.
Menurut Fadly, event itu bisa membahayakan peserta yang terlibat karena berkaitan dengan duel. Terlebih aturan yang diterapkan event itu tidak jelas.
“Berbahaya karena tidak ada apa namanya, aturannya. Jangan sampai dia pukul secara brutal. Jadi rule-nya harus jelas. Setiap cabor memiliki rule, memiliki aturan main,” katanya.
Diketahui, event Baku Tumbuk, rencananya akan digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Mandiri Parepare, Sabtu (7/2). Panitia terlihat sudah membuka penjualan tiket dan pendaftaran peserta melalui media sosialnya.
Event itu sudah ada pendaftar sebanyak 18 fighter yang terdiri dari pria dan wanita. Panitia mengumumkan ada 9 pertandingan yang akan berlangsung. (*)










