Hawatir Terkena Dampak Banjir, Warga Tegal Parepare Tolak Pembangunan Perumahan

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mendatangi lokasi proyek pembangunan perumahan melakukan penolakan atas pembangunan tersebut

Warga mendatangi lokasi proyek pembangunan perumahan melakukan penolakan atas pembangunan tersebut

SUARADARING.COM, PAREPARE – Warga yang bermukim di Jalan Bukit Madani kawasan Tengah galung (Tegal) 2 kelurahan Lapadde kecamatan Ujung, kota Parepare, Sulawesi selatan (Sulsel), menolak keras pembangunan proyek perumahan di wilayah tersebut hawatir dapat menimbulkan dampak banjir lebih besar akibat pembangunan tersebut.

Belasan warga di pemukiman tegal 2 RT 2 ramai-ramai mendatangi lokasi proyek pembangunan perumahan yang saat ini tengah berjalan pengerjaan pembangunannya. Warga yang didominasi ibu-ibu itu melakukan aksi penolakan terhadap proyek pembangunan perumahan tersebut. Selasa, 11 Maret 2025

Menurut warga sekitar pembangunan perumahan tersebut dapat menimbulkan dampak banjir lebih besar, sebab lokasi perumahan tersebut berada di atas lahan yang merupakan saluran air ketika terjadi hujan.

Selain karena dampak lingkungan yang ditimbulkan, mereka juga memprotes karena tidak adanya persetujuan antara warga Rt 2 yang merupakan lokasi pembangunan dengan pengembang. Pihak pengembang hanya menggunakan persetujuan warga di lokasi lain selain di lokasi pembangunan perumahan tersebut.

Ketua Rt 2 tegal Dian Said selaku perwakilan, menolak keras pembangunan perumahan yang ada di wilayahnya, karena dapat mengancam rumah mereka dari banjir saat terjadi hujan deras.

“Keluhan warga mereka tidak setuju dengan adanya pembangunan lagi karena memang kami juga pernah menyampaikan di atas (DPRD) memang katanya tidak dibolehkan di tempat rawan banjir. Dan warga tidak setuju jika ini jalannya tinggi jelas kami tambah tenggelam seumpamanya datang banjir seperti dulu,”jelasnya dengan nada protes.

“Jadi saya mewakili warga saya makanya saya bawa ke lokasi karena mereka dari kemarin mau kesini (lokasi proyek). Jadi saya lihat di papan itu yang mau dibangun adalah BTN kalau tidak salah 61 unit rumah,”tambahnya.

‘Warga disini (tegal) sudah trauma dengan banjir, karena setiap hujan kami pasti deg-degan. Jadi awalnya kami sudah ada tanda tangan penolakan tapi kenapa ada kelanjutan pembangunan,”lanjut

Sementara itu Bhabinkambtimas wilayah tegal Aipda Mustamin, yang ditemui saat mendampingi warga aksi penolakan, mengemukakan, pembangunan proyek perumahan di lokasi tersebut sangat meresahkan warga dikarenakan lokasi tersebut masuk kawasan banjir.

“terkait dengan lokasi adanya pembangunan btn itu sangat meresahkan warga karena kan disini masuk kategori rawan banjir, sehingga warga ini mengadukan ke ibu rt sampaikan ke kami untuk mencarikan solusi baik,”ujarnya.

“Jadi adapun kesepakatan tadi kami ambil bahwa akan dilakukan upaya mediasi di kelurahan akan dipertemukan si pengembang dengan beberapa warga,”jelasnya.

Aksi warga tersebut tidak berlangsung lama, mereka mendapat pengawalan dari pihak aparat Polisi dan TNI yang disaksikan pekerja proyek. Setelah mediasi dari pihak Babinsa setempat untuk dipertemukan dengan pihak pengembang, merekapun membubarkan diri dengan tertib.

Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun perumahan sebanyak 61 unit rumah, yang dibangun oleh MekarTown House.

Diketahui lokasi yang dijadikan lahan pembangunan perumahan tersebut, merupakan saluran air yang berdekatan dengan sungai. Warga hawatir jika bangunan tersebut terbangun, air akan melimpah karena adanya reklamasi,membuat saluran air sempit hingga menimbulkan banjir besar dan berdampak bagi warga. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Imigrasi Parepare Buka Layanan Pasporia di Car Free Day Lapangan Andi Makkasau
Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pangkalan
Bea Cukai Parepare Komitmen Jaga Intergritas Pengawasan Rokok Ilegal
Miris! Seorang Warga Lansia di Bojo Baru Mengaku Tak Pernah Terima Bantuan yang Digaungkan Pemkab Barru
Jasa Raharja Cabang Parepare Sebar Spanduk Peringatan di Titik Rawan Kecelakaan di Kabupaten Pinrang
Imigrasi Parepare Lakukan Pengawasan WNA dan Edukasi Pelaporan Orang Asing
Pelindo Multi Terminal Branch Parepare Serahkan Bantuan Hewan Kurban untuk Masyarakat
Seorang Jamaah di Evakuasi Tim Kesehatan saat Mengikuti Rangkaian Shalat Idul Adha

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:37 WITA

Imigrasi Parepare Buka Layanan Pasporia di Car Free Day Lapangan Andi Makkasau

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:40 WITA

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pangkalan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:59 WITA

Bea Cukai Parepare Komitmen Jaga Intergritas Pengawasan Rokok Ilegal

Senin, 8 Juni 2026 - 19:55 WITA

Miris! Seorang Warga Lansia di Bojo Baru Mengaku Tak Pernah Terima Bantuan yang Digaungkan Pemkab Barru

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:15 WITA

Jasa Raharja Cabang Parepare Sebar Spanduk Peringatan di Titik Rawan Kecelakaan di Kabupaten Pinrang

Berita Terbaru

Wajah terduga pelaku disamarkan saat dimankan aparat Polsek Ujung Polres Parepare

Hukum & Kriminal

Polsek Ujung Amankan Pemuda Usai Transaksi Narkoba

Senin, 15 Jun 2026 - 15:25 WITA

Warga sedang membawa tabung gas elpiji 3 kilogram dalam kondisi kosong untuk membeli gas

Ekonomi & Bisnis

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pangkalan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:40 WITA

Suasana antrean warga membeli minyakita di pasar tani yang digelar DPKP kota Parepare

Ekonomi & Bisnis

Mahal dan Langka di Pasar, Emak-emak Antre Beli Minyakita

Sabtu, 13 Jun 2026 - 15:10 WITA