SUARADARING.COM, PAREPARE – PSM Makassar harus rela menerima kekalahan saat menjalani laga kandang menjamu Persib Bandung pada pekan ke-33 lanjutan super leage 2025/2026, di stadion Bj Habibie Kota Parepare, Sulawesi selatan. Hanya saja laga yang sebelumnya tertib berubah jadi ricuh, suporter masuk ke dalam lapangan hingga membakar flare dan petasan usai laga berlangsung.
Persib Bandung berhasil mengamankan 3 poin atas tuan rumah dengan skor akhir 1-2 pada minggu malam 18 Mei 2026. Pertandingan yang sebelumnya menjadi tontonan menarik namun berubah menjadi mencekam. Pasalnya di akhir pertandingan usai wasit meniup pluit panjang seketika itu suara ledakan petasan terdengar dan pembakaran sejumlah flare.
Tak hanya pembakaran flare suporter juga berlarian masuk ke lapangan sambil melemparkan flare ke bance pemain hingga sempat terjadi sentuhan pisik antara suporter dengan pemain. Beruntung pihak kepolisian sigap mengendalikan kericuhan.
Ledakan petasan yang cukup keras dan kepulan asap yang ditimbulkan dari pembakaran flare, menyebabkan suasana di stadion Bj Habibie Kota Parepare sempat mencekam.
Menurut Kapolres Parepare Akbp. Indra Waspada Yuda, pertandingan yang berlangsung antara PSM Makassar dan Persib Bandung berjalan dengan aman, meski ada sedikit riak-riak namun dapat dikendalikan.
“Pada prsinsipnya semuanya berjalan dengan aman, tertib, lancar dan kondusif. Meskipun ada sedikit riak-riak itu merupakan kegiatan penyampaian aspirasi yang biasa dilakukan pada saat di akhir kompetisi. Jadi rekan-rekan dapat melihat ada penyalahan flare, kembang api dan juga masuk ke stadion itu merupakan salah satu bentuk kecintaan para suporter kepada klubnya PSM Makassar,”terangnya kepada awak media saat ditemui usai pertandingan.
Kapolres bahkan menyebut aksi pembakaran flare dan petasan itu adalah merupakan tradisi setiap di akhir kompetisi dan ia menyebut kejadian itu bukan sesuatu yang membahayakan dan menghawatirkan.
“Jadi itu merupakan suatu tradisi yang biasa dilakukan pada saat akhir kompetisi. Jadi ini bukan sesuatu yang membahayakan atau menghawatirkan alhamdulillah semua sudah kita kondisikan kita kendalikan. Ini kalau menurut aturan fifa dan juga liga Indonesia sudah pasti melanggar,”sebutnya.

Pantauan media sejumlah penonton yang membawa anak-anak pun berlarian ke tempat aman untuk menghindari lemparan dan kepulan asap.
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan pasca kericuhan tersebut, namun fasilitas stadion seperti jaring gawang robek akibat terkena lemparan flare.
Kepala dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata (disporapar) parepare, enggan memberikan komentarnya terkait dengan fasilitas stadion yang rusak. (*)










