SUARADARING.COM, PAREPARE – Untuk pertama kalinya kota Parepare menggelar event olahraga bela diri bernama “Tryout Kickboxing”. Meski sebelumnya sempat berpolemik karena penggunaan nama event yang sebelumnya “Baku Tumbuk” dan system pertandingan yang tidak jelas rulsnya, kini telah resmi digelar.
Sebanyak 32 Fighter dari berbagai daerah di Sulsel antusias mengikuti event tersebut, yang digelar di Gedung Olahraga (Gor) Lamaubeng, kota Parepare, pada Sabtu 7 Februari 2026.
Ketua panitia Ahmad Kamal yang ditemui di sela sesi Technical Meating mengungkapkan antusias peserta yang ingin mengikuti event tersebut sangat tinggi hingga mencapai 300 orang. Sabtu, 6 Februari 2026.
“kalau tidak salah laporan panitia terakhir itu yang mendaftar kurang lebih 300 orang. Tapi bagaimana panitia memilah memilih itu menjadi bagian dari tim teknis. Sesuai list yang ada itu 32 peserta berarti 16 match pesertanya ada dari Parepare, ada undangan dari Makassar,”ungkapnya.
Ia juga tak menampik pertanyaan awak media, jika event tersebut sebelumnya sempat berpolemik di tengah msayarakat. Namun pihaknya mengakui telah menerima masukan dari salah satu organisasi pembinaan olharaga yakni Komite Olaahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai bahan evaluasi.
“Yaa..kemarin setelah kita kordinasi dengan salah satu organisasi pembinaan olahraga sebut saja KONI nah kita banyak mendapat masukan dan sifatnya positif salah satunya menghadirkan technical deleged sebagai orang yang akan membhas teknis terkait dengan event ini,
Selain technical deleged kita juga berbenah diri dengan mengubah nama event karena sempat menuai pro dan kontra dari Baku tumbuk Namanya kita ganti jadi Tryout Kickboxing,”jelasnya.
Sementara itu, Technical Delegate yang juga sekaligus Dewan juri Kickboxing, Rizal, menyampaikan sejumlah ketentuan teknis terkait jalannya pertandingan. Ia mengungkapkan event Tryout Kickboxing ini akan menerapkan aturan Low kick salah satu dari tiga kategori Kickboxing.
Rizal juga menekankan pentingnya peserta mematuhi aturan selama bertanding, sebab peserta yang mendaftar adalah pertama kali mengikuti event tersebut.
Dalam kesempatan itu Ia juga memaparkan system penilaian mulai dari pemberian poin knock down, jenis pelanggaran umum, hingga teknis pertandingan lainnya.
Di tempat yang sama Gutur Paroki selaku Legal Consultant kegiatan tersebut, mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami dari panitia untuk besama-sama menjaga keamanan, sesuai perjanjian sebelumnya jangan mudah terprovokasi yang bisa memancing keributan . juga tolong yang membwa pendukung, kami juga tegaskan agar menjaga kondusivitas,”harapnya dengan nada tegas kepada peserta saat technical meating. (*)











