12 Honorer DPRD Pangkep Dipecat, Diduga karena Pilkada

Senin, 24 Maret 2025 - 15:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halaman kantor DPRD Pangkep, Sulawesi selatan

Halaman kantor DPRD Pangkep, Sulawesi selatan

SUARADARING.COM, PANGKEP – Sebanyak 12 tenaga honorer di Kantor DPRD Pangkep, Sulawesi selatan (Sulsel) diberhentikan. Keputusan ini menuai sorotan dari Wakil Ketua DPRD Pangkep, Tauhid (Fraksi Gerindra), M. Ramli (Fraksi Demokrat), dan Syamsinar (Fraksi PPP) yang mengaku heran dengan kebijakan tersebut.

Tauhid menyebut bahwa pemberhentian ini dilakukan tanpa adanya komunikasi antara pemerintah dan kepala sekretariat DPRD.

“Pemerintah seharusnya ada komunikasi dengan pimpinan maupun sekretariat, tapi ini tidak ada,” ujarnya. Senin, 24 Maret 2025.

Lebih lanjut, Tauhid menegaskan bahwa kewenangan untuk menilai aktif atau tidaknya tenaga honorer di DPRD bukanlah milik pemerintah, terutama karena beberapa dari mereka telah mengabdi hingga 20 tahun.

“Meskipun ini hak prerogatif bupati, setidaknya ada etika mappatabe, sipakatau, agar ada komunikasi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Syamsinar menegaskan bahwa jika pemberhentian ini terkait dengan dugaan ketidaknetralan tenaga honorer dalam Pilkada 2024, maka seharusnya disertai bukti yang jelas.

“Kalau ada kaitannya dengan Pilkada karena mereka tidak netral, harusnya ada bukti yang dilampirkan. Bagaimanapun, kami akan tetap mempertahankan mereka jika memang tidak bersalah,” ujarnya.

Sementara itu, M. Ramli dari Fraksi Demokrat juga mengkritik keputusan ini dan menegaskan bahwa pilihan politik dalam Pilkada adalah hak demokrasi setiap individu.

“Kami di Komisi I akan tetap memperjuangkan agar mereka tidak diberhentikan. Pak bupati seharusnya tidak memandang perbedaan tanpa melihat latar belakang,” tegasnya.

Di tengah polemik ini, pemerintah justru mengusulkan 20 nama baru untuk menggantikan tenaga honorer yang diberhentikan. Namun, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah terkait alasan pemberhentian 12 honorer tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Jasa Raharja Parepare Perkuat Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Bagi Generasi Muda di SMAN 2 Pinrang
Sempat Dihentikan Karena Tak Kantongi Izin, Polisi Kembali Izinkan Event Adira Expo Dilanjutkan dengan Catatan!
Imigrasi Parepare Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Inovasi PASTUJU, Pengantaran Paspor hingga ke Tujuan
Tegas! Polisi Minta Tidak Ada Aktivitas Event Adira Expo Sebelum Ada Izin dari Polres Parepare
Rasakan Legitnya Durian Mentega Kali Mamuju, Durian Lokal Kebanggaan Sulawesi Barat
Perkuat Pengawasan Keimigrasian, Imigrasi Parepare Rencanakan Pembentukan Desa Binaan di Pinrang
Sidak Gabungan Kamar Hunian Lapas Parepare, Petugas Temukan Handphone dan Benda Tajam
Ribuan Ekor Sapi di Parepare Jalani Vaksinasi Cegah PMK

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:20 WITA

Jasa Raharja Parepare Perkuat Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Bagi Generasi Muda di SMAN 2 Pinrang

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:14 WITA

Sempat Dihentikan Karena Tak Kantongi Izin, Polisi Kembali Izinkan Event Adira Expo Dilanjutkan dengan Catatan!

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:22 WITA

Imigrasi Parepare Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Inovasi PASTUJU, Pengantaran Paspor hingga ke Tujuan

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:01 WITA

Tegas! Polisi Minta Tidak Ada Aktivitas Event Adira Expo Sebelum Ada Izin dari Polres Parepare

Senin, 11 Mei 2026 - 15:37 WITA

Rasakan Legitnya Durian Mentega Kali Mamuju, Durian Lokal Kebanggaan Sulawesi Barat

Berita Terbaru

Foto hasil penelusuran Ai yang menggambarkan Bea Cukai Parepare berhasil menyita puluhan dos rokok ilegal hasil operasi bersama di wilayah Sulbar

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Parepare Sita Puluhan Dos Rokok Ilegal

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:06 WITA