SUARADARING.COM, PAREPARE – Lapas Kelas IIA Parepare, Sulawesi selatan menyerahkan remisi umum kepada 342 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia
Penyerahan remisi itu dihadiri langsung Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota Parepare Hermanto yang diterima langsung kepala Lapas kelas IIA Parepare, Marten, disambut antusias oleh WBP beserta jajaran pegawai Lapas. Senin, 17 Agustus 2026.
Marten dalam sambutannya menyampaikan pemberian remisi tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
“Penghuni Lapas saat ini berjumlah 572 dan pada momentum peringatan kemerdekaan tahun ini, sebanyak 342 warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare menerima remisi umum,”kata Marten kepada awak media usai kegiatan penyerahan remisi.
Rinciannya, sebanyak 44 warga binaan menerima remisi satu bulan, 44 orang menerima remisi dua bulan, 98 orang menerima remisi tiga bulan, 56 orang menerima remisi empat bulan, 52 orang menerima remisi lima bulan, dan 48 orang menerima remisi enam bulan.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan ke 342 WBP yang mendapat remisi tersebut adalah di dominasi kasus Narkotika.
“Jadi dari 342 WBP yang menerima remisi itu, di dominasi kasus narkotika sebanyak 246 orang disusul kasus perlindungan anak 50 orang berikutnya pencurian berjumlah 17 orang,”ungkapnya.
Di tempat yang sama Wali kota Parepare, Tasming Hamid mengatakan, pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.
“Remisi adalah apresiasi atas kedisiplinan dan komitmen warga binaan untuk memperbaiki diri,” kata Tasming Hamid.
Tasming berharap pemberian remisi dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti proses pembinaan dengan baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata dia, juga menjadi kesempatan bagi seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai bagian dari proses memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)










