Warga Lirik Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromatik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antusias peserta worshop mengikuti materi pembuatan minyak jelantah jadi lilin aromatik di Gudmud Coffee and Roastery

Antusias peserta worshop mengikuti materi pembuatan minyak jelantah jadi lilin aromatik di Gudmud Coffee and Roastery

SUARADARING.COM, PAREPARE — Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga. Kini dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan bermanfaat. Gagasan itu diperkenalkan dalam sebuah Workshop Pembuatan Lilin Aromatik dari Minyak Jelantah yang dilaksanakan di Gudmud Coffee & Roastery, Kota Parepare, Sulawesi selatan. Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi yang antusias mempelajari pengolahan minyak jelantah, sekaligus mengeksplorasi potensi produk kreatif berbasis bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan dasar pembuatan lilin aromatik dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai salah satu bahan utama. Adit, yang merupakan bagian dari tim kitchen Gudmud, turut menjadi fasilitator dalam workshop tersebut, membagikan pengetahuan serta pengalaman mengenai proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatik.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatannya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan hingga menghasilkan lilin aromatik.

Lilin Aromatik berbahan dasar utama minyak jelantah yng diproduksi peserta worhsop

Menariknya, lilin aromatik yang dibuat dalam workshop juga dapat dibawa pulang oleh peserta. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman belajar sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk membawa pulang hasil karya yang mereka buat sendiri.

Nafilah, salah satu peserta, mengaku senang dapat mengikuti prosesnya secara langsung. “Seru karena kita tidak hanya belajar, tapi bisa langsung membuat sendiri dan hasilnya bisa dibawa pulang. Jadi lebih terasa bahwa limbah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,”ujar Nafilah.

Bagi Gudmud, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melihat kembali limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di dapur. Minyak jelantah yang digunakan dalam workshop ini berasal dari limbah dapur Gudmud yang selama ini dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan kembali.

Adit, yang juga merupakan fasilitator dalam workshop, melihat proses ini sebagai pengalaman baru dalam mengolah limbah yang dihasilkan dari dapur. “Selama ini minyak jelantah hanya kami kumpulkan sebagai limbah dapur. Lewat kegiatan ini, kami jadi tahu bahwa minyak tersebut masih bisa diolah menjadi sesuatu yang baru dan punya nilai guna,”ujar Adit.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menggabungkan isu lingkungan, kreativitas, dan keterampilan praktis. Pemanfaatan minyak jelantah diharapkan dapat mendorong peserta untuk melihat kembali berbagai jenis limbah di sekitar mereka dan menemukan kemungkinan pemanfaatan yang lebih kreatif.

Selain menjadi kegiatan edukatif, workshop ini juga membuka ruang pertemuan dan berbagi pengalaman bagi para peserta. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama, peserta diajak memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Workshop yang berlangsung di Gudmud ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi pengetahuan baru yang dibawa peserta untuk diterapkan di lingkungan masing-masing. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatik menjadi salah satu contoh bahwa limbah dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Kirab Obor IPHI Parepare Kobarkan Semangat Nasionalisme dan Persaudaraan
Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Batalyon B Pelopor Bagikan 810 Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-81 Republik Indonesia
Ringankan Beban Korban Kebakaran, GAPEMBI Parepare Salurkan Bantuan
DPC Demokrat Parepare Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Sambut Hut ke-25 Partai Demokrat
Dukung Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Barru Serahkan Bansos
Bakti Sosial Imigrasi Kelas II TPI Parepare Melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting
Sambut Hari Bhayangkara, Ketua PPM Parepare Ajak Masyarakat Dukung Polri Wujudkan Kota yang Aman dan Maju
Perluas Manfaat bagi Masyarakat Melalui Semangat Kebersamaan, Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:40 WITA

Warga Lirik Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromatik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:38 WITA

Kirab Obor IPHI Parepare Kobarkan Semangat Nasionalisme dan Persaudaraan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Batalyon B Pelopor Bagikan 810 Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-81 Republik Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:53 WITA

Ringankan Beban Korban Kebakaran, GAPEMBI Parepare Salurkan Bantuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:56 WITA

DPC Demokrat Parepare Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Sambut Hut ke-25 Partai Demokrat

Berita Terbaru

Antusias peserta worshop mengikuti materi pembuatan minyak jelantah jadi lilin aromatik di Gudmud Coffee and Roastery

Ragam

Warga Lirik Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromatik

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:40 WITA