SUARADARING.COM, BARRU – Seorang warga yang tinggal sendiri di rumah jauh dari kata layak huni, dengan kondisi ekonomi di bawah garis kemiskinan, hanya bisa pasrah menjalani kehidupannya sehari-hari yang serba terbatas.
Sebut saja Landa (61) ia adalah warga Bojo baru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi selatan, menghabiskan waktu sehari-harinya di istana kecilnya berukuran sekira 5×5 meter peninggalan orang tuanya yang sudah mulai terlihat rapuh dan penuh keterbatasan.
Mirisnya, Landa saat ditemui di rumahnya ia mengaku tidak pernah menerima Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah kabupaten Barru, yang selama ini ia harapakan. Seperti yang selalu digaungkan oleh Bupati Andi Ina Kartika Sari dalam berbagai program pembangunan dan bansosnya.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Landa mengaku masih bergantung kepada keluarganya.
“Kalau makan biasa pergi di rumah keluarga,” ujarnya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Landa hanya sesekali membantu pekerjaan kerabat di kampung dengan upah seadanya. Penghasilan yang diperolehnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sejak orang tuanya meninggal dunia sekira empat tahun lalu, Landa memilih tinggal sendiri di rumah yang dahulunya adalah lokasi penggilingan gabah. Tidak terdapat fasilitas rumah tangga yang mewah maupun perlengkapan dasar yang dapat menunjang kehidupannya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Landa tetap berusaha tegar. Ia mengaku masih memiliki seorang anak laki-laki yang kini tinggal bersama keluarga ibunya di Desa Kupa dan sedang menempuh pendidikan.
Anak semata wayangnya itu menjadi sumber semangat bagi Landa untuk tetap bertahan menjalani hidup.
Di balik ketegarannya, Landa berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisinya, khususnya bantuan rumah layak huni.
“Sempat didata, tapi sampai saat ini tidak pernah ada bantuan datang,” katanya.
Kisah hidup Landa menjadi gambaran masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan di Kabupaten Barru. Di tengah berbagai program pembangunan daerah, sementara masih terdapat warga lanjut usia yang harus menjalani hari-hari sendirian di rumah yang tidak layak huni tanpa kepastian bantuan.
Perhatian pemerintah daerah, instansi terkait, maupun sentuhan uluran tangan bagi para dermawan dinilai sangat dibutuhkan seorang Landa, agar dapat menikmati masa tuanya dengan kehidupan yang lebih layak dan manusiawi.
Sementara, hingga berita ini diturunkan, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, belum memberikan tanggapan terkait kondisi yang dialami Landa. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan respons.
Pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana negara dan pemerintah hadir untuk memastikan warga yang hidup dalam kesulitan tidak terabaikan. Bagi Landa, perhatian dan bantuan yang nyata menjadi harapan agar ia dapat menjalani masa tua dengan lebih baik. (*)










