SUARADARING.COM, BARRU – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Barru Kelas IIB Sulawesi selatan, memproduksi sabun cuci yang bisa digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan makan seperti piring, sendok, mangkok dan sejenisnya. Rabu, 8 Juli 2026.
Sabun tersebut diproduksi di dalam lingkungan Rutan kelas IIB Barru yang melibatkan para WBP Perempuan dan Laki-laki dibantu dengan tenaga medis setempat, melalui program pembinaan kemandirian yang diharapkan bisa menambah pengalaman dan keterampilan sebagai bekal setelah keluar dari Rutan.
Menurut kepala Rutan Hardiman menjelaskan, proses pembuatan sabun cuci piring tersebut menggunakan tujuh jenis bahan yang menghasilkan sabun cair premium yang dikemas dalam botol plastik dengan berbagai ukuran.
“Kami telah melaksanakan kegiatan pembuatan sabun cuci piring melibatkan teman-teman petugas dari medis dibantu oleh warga binaan perempuan. Alhamdulilllah dengan bahan yang kami siapkan produk ini cukup premium dari tujuh jenis bahan yang telah kami olah,”jelasnya.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan keterampilan warga binaan khususnya warga binaan perempuan sekaligus bisa memberikan nilai ekonomis baik kepada petugas mapun kepada warga binaan itu sendiri,”tambahnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan pembuatan sabun cuci piring tersebut sejalan dengan program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam hal pemasaran produk warga binaan melalui koperasi dan UMKM
“Tentu dalam hal ini sejaln dengan program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam hal kegiatan pemasaran produk warga binaan melalui koperasi dan UMKM. Tentu setelah ini kami akan menjajaki upaya-upaya pemasaran melalui UMKM dan koperasi yang ada di kabupaten Barru,”ungkapnya.
“Kami berharap bisa memberikan pengetahuan, keterampilan bagi WBP sehingga kelak selesai menjalani pidana bisa menjadi usaha bagi kegiatan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat nanti,”pungkasnya.
Untuk saat ini sabun cuci produksi WBP kini digunakan di lingkungan Rutan selain itu jajaran internal Rutan kelas IIB Barru juga menggunakan produk tersebut. Rencananya pihak kepala Rutan akan memasarkan ke luar setelah seluruh dokumen perizinan terbit. (*)










