SUARADARING.COM, PAREPARE – Memasuki akhir musim super league 2025/2026. Pemerintah kota Parepare melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) kota Parepare, Sulawesi selatan, mulai mengingatkan Panitia pelaksana dalam hal ini manajemen PSM Makassar untuk segera menyelesaikan tunggakan penyewaan stadion Bj. Habibie.
Manajemen PSM Makassar, menggunakan stadion Bj. Habibie kota Parepare sebagai home basenya selama kompetisi super league 2025/2026 berlangsung. Hanya saja mendekati akhir musim tahun ini pihak manajemen belum menyelesaikan tunggakan sewa stadion selama lima pertandingan.
Kepala Disporapar kota Parepare, Iskandar Nusu kepada suaradaring.com, mengatakan saat ini panpel PSM Makassar masih berhutang ke Pemkot sebagai retribusi PAD selama lima pertandingan senilai Rp 115 juta.
“Ia tersisa 5 pertandingan lagi yang belum terbayarkan, kalau nilai sewanya itu beda-beda kalau bermain sore 20 juta rupiah, malam 25 juta rupiah, jadi total Retribusi PAD Sewa Stadion untuk 5 pertandingan home PSM sebesar 115 juta begitu dinda,”ungkapnya.
Sementara pihak Panitia pelaksana PSM Makassar yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.
Selain menunggak pembayaran retribusi sewa stadion, Kadisporapar juga meminta pihak manajemen segera membenahi fasilitas stadion yang rusak akibat kericuhan suporter terjadi pada pertandingan pekan ke-33 minggu malam, 17 Mei 2026 lalu.
“Kami belum bisa pastikan berpa nilai kerugian materil yang ditimbulkan atas kericuhan itu, intinya kami sudah melaporkan ke panitia untuk segera membenahi,”pungkasnya.(*)










