SUARADARING.COM, PAREPARE – Ketua DPRD Parepare, Sulawesi selatan, Kaharuddin Kadir kembali melaksanakan reses untuk meyerap aspirasi warga maupun para konstituen yang ada di wilayah pemilihan kecamatan Soreang.
Reses yang digelar di salah satu cafe di Jalan Abubakar Lambogo, kota Parepare, dihadiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan organisasi serta warga lainnya. Seperti pegiat aktivis, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pelaku UMKM, RT/RW dan awak media. Rabu, 17 September 2025
Dalam pengantarnya, Kaharuddin Kadir memaparkan perkembangan pertumbuhan ekonomi di kota Parepare, dianggap kurang baik karena inflasi tinggi dan beberapa kebijakan wali kota Parepare yang dianggap sifatnya insidentil.
Menurut Kahar (Sapaan) kota Parepare sedikit mendapat rekor kurang bagus karena salah satu daerah di Sulsel memiliki tingkat inflasi tertinggi.
Dilansir dari detik.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Parepare telah mengalami inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel), sebanyak 4 kali secara tahunan (year on year/y-on-y) sepanjang 2025. Inflasi di Parepare dipicu kenaikan harga barang atau komoditas tertentu mulai dari emas hingga beras.
BPS Sulsel, inflasi Parepare selama Januari hingga Agustus 2025 cenderung dinamis. Namun inflasi Parepare tertinggi dibanding daerah lain di Sulsel terjadi pada Maret sebesar 1,98%, April 3,68%, Juli 4,35% dan Agustus sebesar 4,46%.
“Terkait dengan pertumbuhan ekonomi di kota Parepare, saya mncoba untuk membedah situasi ini, ini terkait dengan data yang saya dapat. Kita di kota Parepare ini mencatat rekor, cuman rekornya sedikit kurang bagus, karena kita daerah yang mempunyai tingkat inflasi yang tertinggi. Jadi beda kalau pertumbuhan ekonomi tinggi itu artnya positif, tapi kalau inflasi yang tinggi itu keadaannya kurang baik. itulah kita harus melakukan penghematan bukan cuman pemerintah tetapi juga masyarakat,”paparnya dalam reses.
Lebih jauh Kahar mendiskripsikan secara singkat, teori ekonomi moderen yang mampu menekan angka inflasi agar tidak melambung
“Kalau dalam teori ekonomi moderen itu mengatakan bahwa salah satu cara untuk menekan angka inflasi supaya tidak melambung, basis masyarakat ini yang harus didorong. Seperti UMKM kita harus dorong secara bersama, UMKM kita harus ditumbuhkan,”uraiannya.
Hanya saja politikus Partai Golkar itu, menyebut fenomenal yang ada di kota Parepare secara faktual, adalah ada kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah yang kontradiktif dengan teori ekonomi moderen
” Nah fenomenal yang ada di kota Parepare secara faktual ada kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah kelihatannya agak kontradiktif dengan teori ekonomi ini. Kalau teori ekonomi mengatakan bhawa dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi maka ekonomi yang berbasis masyarakat harus didorong UMKM, sementara ada kebijakan, kalau saya lihat catatan di dinas perindag ada 17 ribu umkm yang terdapat di kota parepare,”jelasnya.
“kami katakan kontradktif, karena seharusnya umkm ini yang akan kita dorong ke depan, harus didorong secara bersamaan dan substanabel, harus berkelanjutan jangka panjang. Nah kelihatan yang dilakukan oleh pemerinta adalah mendorong UMKM tapi sifatnya mematikan. Justru even yang dilakukan di lapangan ini mematikan sektor UMKM yang ada di pasar senggol, dii daerah lain juga seperti di cempae itu juga mematikan UMKM.
“Inilah juga kelihatannya yang memicu lemahnya pertumbuhan perekonomi kita, karena banyak UMKM yang melakukan stop kegiatan, ya karena mungkin kebijakan umkm yang melarang di atas trotoar mungkin ini salah satunya,”pungkasnya
Dalam reses itu salah satu pelaku UMKM yang hadir mempertanyakan kegiatan event di lapangan yang terus menerus, membuat omzet usahanya menurun drastis.
Seluruh aspirasi dan keluhan warga yang hadir dalam reses tersebut, Kaharuddin kadir siap mengawal dan akan dilakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan event tersebut. (*)











