SUARADARING.COM, PAREPARE – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar, HM. Taufan Pawe menggelar kegiatan reses dengan melibatkan kelompok disabilitas di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi serta mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas di daerah.
Turut hadir Dewan Pembina Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) kota Parepare, Ikbal Rahim Gani (IRG) mendampingi peserta reses dalam menyampaikan aspirasi mereka, yang digelar di rumah aspirasi Taufan Pawe jalan Bau Massepe, kelurahan Cappa Galung kecamatan Bacukiki Barat kota Parepare. Sabtu, 2 Mei 2026.
Ikbal dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Taufan Pawe telah memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas dalam menyampaikan aspirasi mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak HM Taufan Pawe telah memberi ruang kepada kami, dalam menyampaikan aspirasi yang selama ini minim perhatian. Semoga dengan reses ini dapat memberikan harapan bagi para difabel, dan bisa memperjuangkan hak-hak difabel di DPR Ri,”ungkapnya.
Sementara Ketua Golkar Sulsel itu menegaskan bahwa kegiatan reses ini merupakan bagian dari tugas konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih inklusif, khususnya dalam hal pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang berada dalam lingkup kerja Komisi II.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga negara, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik. Masukan yang disampaikan hari ini akan kami bawa ke pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga Wali kota Parepare dua periode itu berjanji akan membantu kebutuhan alat bagi kaum difabel di Parepare dengan menggunakan dana pribadinya, mereka pun sontak mengangkat tangan sebagai isyarat tepuk tangan.
“Melalui reses ini saya berjanji akan membantu saudara-saudara difabel untuk kebutuhan alat dengan menggunakan dana pribadi saya,”janjinya.
Dalam reses itu peserta menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari aksesibilitas fasilitas publik, bantuan sosial, bantuan usaha mandiri maupun minimnya bantuan peralatan bagi difabel hingga pelayanan administrasi kependudukan yang dinilai masih belum ramah bagi penyandang disabilitas.
Selain penyampaian aspirasi, peserta reses juga mengelushkanmi peningkatan fasilitas ramah disabilitas di kantor Kependudukan dan Pencacatan Sipil yang dinilai mereka belum inklusif. Menurutnya mereka kesulitan saat melakukan pengurusan dokumen kependudukan khususnya bagi yang keterbatasan fisik, ia mengaku tak mampu menaiki tangga mengharapkan ada jalur khusus bagi difabel. Mereka juga mempertanyakan keberlanjutan pelatihan keterampilan, serta dorongan kepada pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi yang berpihak pada kelompok rentan.
Salah seorang peserta reses bernama Angga yang memiliki keterbatasan fisik mengaku senang dan berterima kasih atas telah diundang hadir dalam reses untuk memberikan aspirasi bagi kaum marjinal.
“kami sangat berterima kasih kepada pak Taufan Pawe telah mengundang kami di kegiatan reses ini, dan ini merupakan pertama kalinya kelompok disabilitas dilibatkan dalam reses anggota dewan. Ini sangat membantu kami semoga aspirasi bagi difabel bisa diperjuangkan di dpr pusat,”ujarnya.
Para peserta berharap hasil dari reses ini tidak hanya berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas di Parepare.
Kegiatan reses tersebut mendapat apresiasi dari komunitas disabilitas setempat, yang menilai langkah ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap hak-hak mereka sebagai warga negara. (*)










