SUARADARING.COM, JAKARTA – Momen akhir tahun bertepatan dengan libur Natal, sejumlah Masyarakat biasanya memanfaatkan momen tersebut untuk mudik ke kampung halaman, khusus bagi mereka yang beragama kristiani untuk merayakan natal bersama sanak keluarganya.
Selain mereka yang beragama kristiani, sejumlah Masyarakat lainnya juga turut merasakan momen libur akhir tahun itu dengan mengunjungi sejumlah objek wisata ataupun tempat-tempat menarik lainnya menikmati malam pergantian tahun 2025.
Olehnya itu pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi prakiraan cuaca sebelum berpergian selama periode natal 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru). Hal ini penting sebagai langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda di sejumlah wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem berpotensi menganggu kelancaran arus transportasi seluruh moda.
Seperti yang dilansir laman resmi BMKG, pihaknya mengimbau Masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan, baik dengan menggunakan alat transportasi Darat, Laut maupun Udara.
“Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan, maka dari itu kami meminta masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG yang selalu diperbarui secara berkala. Peringatan dini cuaca akan disampaikan, sepekan dan diulang tiga hari sebelum kejadian, bahkan hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2024.
Dwikorita mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Perhubungan, diprediksi akan ada 110,67 juta orang yang akan melakukan perjalanan musim libur Nataru 2024/2025. Dan mayoritas, kata dia, pelaku perjalanan tersebut menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor sehingga sangat rentan menghadapi cuaca ekstrem dalam perjalanannya.
Dwikorita menjelaskan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025, dipengaruhi oleh fenomena La Nina Lemah yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen. Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Halaman : 1 2 Selanjutnya










