Ketua IJTI Sulsel Tegaskan Pj Gubernur Zudan Batalkan Pelantikan 7 Nama Calon Komisioner KPID Sulsel

Rabu, 9 Oktober 2024 - 12:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sementara itu, Ketua AJI Makassar Didit Haryadi malah mempertanyakan isu pelantikan tersebut dan terkesan ‘tersembunyi’ dan seolah dipaksakan. Selain itu, diduga Pemprov tidak transparan apalagi tanpa mempertimbangkan rekomendasi BK DPRD Sulsel bahwa proses seleksi di Komisi A cacat prosedur. Untuk itu, AJI Makassar menolak nama-nama Komisioner KPID Sulsel yang dikabarkan dilantik besok sebab cacat prosedural.

“Ada dugaan pelanggaran bila pelantikan itu dipaksakan. Artinya, akan lahir ketidakpercayaan publik terhadap pemeritah yang melegalkan pelantikan tersebut. Tentu ini menjadi presenden buruk ditengah perbaikan sistem pemerintahan dan keuangan di Sulsel,” ungkap dia menegaskan.

Dugaan pelanggaran seleksi Komisi A DPRD Sulsel

Berdasarkan bukti-bukti pelanggaran yang di setorkan KJPP Sulsel ke BK DPRD Sulsel yakni
Komisi A DPRD Sulsel tidak melakukan Fit And Propert Test secara terbuka. Tidak bekerja sama dengan Jasa Penyiaran Publik, Jasa Penyiaran Swasta, Jasa Penyiaran Komunitas dan Jasa Penyiaran Berlangganan.

Hal ini diatur sesuai Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran di Bab III, Penyelenggaraan Penyiaran, Bagian Ketiga, Jasa Penyiaran, Pasal 13, nomor 2. dan Penyelenggaraan Penyiaran, Bagian Kedua, Komisi Penyiaran Indonesia, Pasal 10, nomor 1, tentang syarat menjadi anggota KPI, tertuang dalam huruf f disebutkan memiliki kepedulian, pengetahuan dan/atau pengalaman dalam bidang dan huruf i, bukan pejabat pemerintah.

Selanjutnya, poin C, Tidak menyiarkan secara langsung proses fit and propert tes, baik di website
resmi DPRD Sulsel dan web resmi KPI Daerah Sulsel. (KJPP telah melakukan penelusuran di web yang bersangkutan dan memang tidak ada bukti live).

Bukti lainnya, sejumlah jurnalis dilarang meliput saat proses fit and propertes dilakukan Komisi A pada 16-17 April 2014 karena digelar tertutup. Bahkan satu dari tujuh komisioner terpilih yang diumumkan Komisi A tanpa sepengetahuan pimpinan DPRD Sulsel masih berstatus ASNmenjabat Kepala Bidang Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa [PMD], Kabupaten Jeneponto. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Pengurus DPC HNSI Parepare Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Mewadahi Nelayan Lebih Sejahtera
REI Komisariat Ajatappareng Dukung Penuh Rezza Pratama Said Maju Jadi Ketua DPD REI Sulsel
Ketua KONI Parepare Dukung Kepemimpinan Hasil Muskot FOPI Parepare Periode 2026-2030
Muskot PBSI Parepare Tetapkan Amarun Agung Hamka sebagai Ketua Umum, Usung Kolaborasi Majukan Bulutangkis
Ketua KONI Parepare Beberkan Catatan Krusial Persiapan Cabor Jelang Porprov XVIII Sulsel 2026
DPP Sahkan Pengurus Baru PELRA Parepare, Ketua Terpilih Siap Jalankan Program Organisasi
MPC Pemuda Pancasila Parepare Gelar Konsolidasi dan Percepatan Registrasi Keanggotaan 2026
Suporter The Preman Kutuk Keras Aksi Kericuhan Hingga Merusak Fasilitas Stadion Bj Habibie Parepare

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WITA

Pengurus DPC HNSI Parepare Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Mewadahi Nelayan Lebih Sejahtera

Selasa, 1 September 2026 - 12:29 WITA

REI Komisariat Ajatappareng Dukung Penuh Rezza Pratama Said Maju Jadi Ketua DPD REI Sulsel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:06 WITA

Ketua KONI Parepare Dukung Kepemimpinan Hasil Muskot FOPI Parepare Periode 2026-2030

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:02 WITA

Muskot PBSI Parepare Tetapkan Amarun Agung Hamka sebagai Ketua Umum, Usung Kolaborasi Majukan Bulutangkis

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:27 WITA

Ketua KONI Parepare Beberkan Catatan Krusial Persiapan Cabor Jelang Porprov XVIII Sulsel 2026

Berita Terbaru