SUARADARING.COM, PAREPARE – Minyakita yang dikeluarkan Perum BULOG menjadi incaran masyarakat di tengah tingginya harga minyak goreng kemasan premium saat ini. Itu terlihat tingginya antusias masyarakat menyerbu tenant BULOG Parepare saat digelar Gerakan Pangan Murah (GPM)
Secara nasional harga Minyakita rata-rata berada di kisaran Rp15.921/liter, meski di pasaran seringkali dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700/liter. Di beberapa wilayah, harganya dilaporkan mencapai Rp19.000 hingga Rp22.500 per liter, dipicu biaya kemasan dan distribusi.
Sementara Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang kepada suaradaring.com, menegaskan minyakita yang dijual di atas HET di kota Parepare dipastikan bukan berasal dari Bulog Parepare. Melainkan ada oknum yang memanfaatkan kondisi itu.
“Kami selalu melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan harga minyakita di pasaran sesuai dengan HET yakni Rp. 15.700. Baik di pasar-pasar dan di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) wilayah kerja kami,”ungkapnya. Selasa, 4 Mei 2026.
“Kami tegaskan juga jika ada pengecer yang menjual di atas harga HET itu bukan suplay Bulog Parepare, melainkan mereka dapat suplay dari luar daerah yang mereka beli dengan harga tinggi sehingga pengecer jualnya juga di atas HET,”tegas Rahmi yang baru beberapa hari menjabat.
Ia juga menekankan kepada RPK dan mitra pedagang di Pasar pencatatan jika ditemukan melakukan pengoplosan maupun menjual di atas harga HET pihaknya tak segan memberikan tindakan administratif.
“Kami sudah tekankan kepada seluruh RPK yang tercatat dan juga pasar pencatatan bahwa kami tak segan-segan memberikan sanksi jika ditemukan adanya laporan pelanggaran,”pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Bulog Cabang Parepare saat ini telah menguasai minyakita sebanyak 20 ton, yang diprediksi bisa bertahan hingga 2 minggu kedepan. (*)










