Pelaku Usaha Tahu Tempe di Parepare Tertekan Tingginya Harga Bahan Baku

Jumat, 10 April 2026 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu perajin tahu tempe sedang merapikan hasil produksi tempenya

Salah satu perajin tahu tempe sedang merapikan hasil produksi tempenya

SUARADARING.COM, PAREPARE – Lonjakan bahan baku kedelai menjadi beban bagi para perajin tahu tempe di kota Parepare, Sulawesi selatan. Para pelaku usaha kecil tahu tempe mengaku harus mencari cara agar produksi tetap berjalan di tengah tekanan biaya.

Salah satu pengusaha tahu tempe di Jalan Cempae, kecamatan Soreang kota Parepare, Yayat yang ditemui mengaku kewalahan mangatur margin penjualan di tengah lonjakan harga bahan baku seperti kedelai dan plastik. Harga kedelai yang sebelumnya 10 ribu kini naik menjadi 11 ribu rupiah per-kilogram, sementara harga plastik dari 270 ribu naik menjadi 390 ribu rupiah per satu balnya. Jumat, 10 April 2026.

“Sekarang lagi naik-naiknya ini harga kedelai sama plastik, kedelai dari harga 10.200 naik menjadi 11 ribu plastiknya dari harga 270 ribu naik menjadi 390 per satu balnya. sekarang sementara harga produksi tidak naik walaupun menipis keuntungannya tetap kita jalankan begitu,”ungkapnya.

Menurut Yayat ia sengaja tidak menaikan harga produksi tahu tempe karena dikhawatirkan konsumen kaget dan tidak siap secara ekonomi membeli dengan harga yang cukup tinggi.

“kami tidak menaikkan kami juga pertimbangkan konsumen karena kalau dinaikan kadang-kadang konsumen terkendala faktor ekonomi artinya mereka belum siap,”katanya.

Meski begitu Yayat tetap menyiapkan cara lain agar konsumen tetap membeli tahu tempe di tempatnya. Salah satunya adalah mengurangi takaran.

“mau tidak mau kalau konsumen tidak mau harga dinaikan, terpaksa kami kurangi isinya. Sementara harga kami ada 2500 hingga 4000 rupiah. Jadi ada yang kami tidak produksi sementara saat ini adalah yang harga 2500 selama ini ada kenaikan kedelai sama plastik untuk tempe,”lanjutnya.

Kenaikan ini menjadi pukulan besar bagi pengusaha kecil tahu tempe di kota Parepare. di tambah dengan biaya operasional karyawan yang harus ditanggung oleh pihak pengusaha.

Meski bahan baku naik dan untung tipis, mereka tidak menaikan harga tahu tempe demi menjaga daya beli para konsumennya.

Dengan kenaikan harga bahan baku tersebut, para pengusahan tahu tempe di kota Parepare, alami kesulitan untuk mensiasati agar pembeli maupun langganan tetap membeli tahu tempe di tempatnya.

Mereka hanya bisa berharap kepada upaya pemerintah agar harga kedelai bisa kembali stabil. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bisnis Perumahan, CEO Mario Bakti Group Terima Kunjungan Area Head III BNI Wilayah 7
Bulog Parepare Tegaskan Harga Minyakita Tetap Sesuai HET
Laga Kandang PSM Makassar Tanpa Penonton, Omset PKL Drastis Turun
Target Swasembada Pangan Tercapai, Bulog Parepare Kuasai Beras 150 Ribu Ton
Zamzam Property Group Luncurkan Hunian Subsidi 580 Unit di Fairus Zamzam
Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, 17 Persen Sumbangsih Bulog Parepare
Ibadah Haji Tenang dengan Paket RoaMAX Haji Telkomsel, Kuota Hingga 42GB
Wi‑Fi Sering Tidak Sampai Kamar? IndiHome Telkomsel Hadirkan Ultra Mesh Wi‑Fi untuk Rumah Banyak Sekat & Kamar

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:18 WITA

Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bisnis Perumahan, CEO Mario Bakti Group Terima Kunjungan Area Head III BNI Wilayah 7

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:42 WITA

Bulog Parepare Tegaskan Harga Minyakita Tetap Sesuai HET

Senin, 4 Mei 2026 - 20:39 WITA

Laga Kandang PSM Makassar Tanpa Penonton, Omset PKL Drastis Turun

Senin, 27 April 2026 - 15:17 WITA

Target Swasembada Pangan Tercapai, Bulog Parepare Kuasai Beras 150 Ribu Ton

Jumat, 24 April 2026 - 20:24 WITA

Zamzam Property Group Luncurkan Hunian Subsidi 580 Unit di Fairus Zamzam

Berita Terbaru

Kepala DPKP kota Parepare, Wildana saat memberikan vaksin PMK

Sulselbar

Ribuan Ekor Sapi di Parepare Jalani Vaksinasi Cegah PMK

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:09 WITA

Pincab Bulog Parepare, Rahmi Mangerang saat diwawancarai awak media

Ekonomi & Bisnis

Bulog Parepare Tegaskan Harga Minyakita Tetap Sesuai HET

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:42 WITA