SUARADARING.COM, PAREPARE – Isu jamaah umrah asal kota Parepare, Sulawesi selatan yang hingga kini masih terlantar di Arab Saudi dan belum ada tanda-tanda untuk kembali ke tanah air. Hal itu menjadi kekhawatiran bagi para jamaah dan keluarganya. Sementara pihak kantor Kementerian Haji dan Umrah Parepare, masih terus melakukan komunikasi dengan para jamaah, membantu kepulangannya.
Kepala kantor Kementerian Haji dan umrah Parepare, H. Jami kepada awak media mengatakan ke 44 jamaah tersebut berangkat melalui jasa umrah yang ditangani Hj. Basira juga menjadi korban penipuan dari travel yang mengikutkan mereka di salah satu travel umrah di Pangkep.
“Terkait dengan isu jamaah umrah masyarakat Parepare yang terhalang pulang. Saya dapat informasi juga dari teman bahwa pengelola umrah ini dari Hj. Basirah itu menelantarkan. Setelah kami mencoba menkonfirmasi kembali ke teman itu tadi, ternyata Hj. Basira ini juga merasa ditipu oleh orang lain, karena dia mengikut ke travel lain di Pangkep,”jelasnya saat dikonfirmasi awak media. Kamis, 2 April 2026.
H.Jami memaparkan, sebelumnya Hj. Basirah pernah melakukan permohonan izin ke kantor Kementerian Haji dan Umrah Parepare terkait dengan pelaksanaan travel umrah yang ditangani Hj. Basirah, namun belum memenuhi syarat.
“Memang Hj. Basirah ini pernah mendaftar melapor kepada kami (Kementerian Haji dan Umrah Parepare) terkait penerbitan travelnya, nah ternyata kami data belum memenuhi syarat, setelah kami sampaikan tidak memenuhi syarat, untuk selanjutnya dia meminta untuk mengikut ke travel orang lain,”paparnya.
“Dan memang sudah berapa kali memberangkatkan jamaah umrah itu bagus, nah nanti kali ini terlantar karena dijanji dari travel yang diiukuti sudah dibayar semua tiket pulang-pergi, yang ternyata yang masalah sekarang tidak ada tiket pulang sehingga terlantar,”lanjut Jami.
Meski travel tersebut tidak terdaftar di kantor Kementerian Haji dan Umrah Parepare, namun pihaknya tetap berusaha membantu memulangkan ke 44 jamaah umrah yang merupakan warga kota Parepare.
“Jadi terkait dengan solusinya, kami tidak bisa mencarikan solusi oleh karena tidak melapor ke kami dan memang tidak terdaftar. Tapi kita dapat informasi dari teman bahwa alhamdulillah kementerian haji pusat bekerjasama dengan kementerianl luar negeri mencoba menangani itu. Jadi informasi yang saya terima itu ada 44 orang ada 3 orang dibantu Zakiah dan selebihnya ada juga yang mandiri pulang ke tanah air,”pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari para jamaah melalui sambungan video call, mereka mengungkapkan telah terlantar selama dua pekan usai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umrah, yang hingga kini belum pulang ke tanah air. (*)










