SUARADARING.COM, PAREPARE – Pecahnya perang di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di wilayah konflik peperangan, termasuk PMI asal kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Kordinator P4MI Parepare, Laode Nur Slamet menyebutkan, terdapat satu orang PMI berasal dari daerah kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang terkonfirmasi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) provinsi Sulawesi Selatan, sedang bekerja di tiimur tengah, tepatnya di Kuwait.
PMI yang diketahui bernama Muhammad Hasbi itu tercatat sebagai karyawan pada posisi Marine Enginneer di Heisco Kuwait. Ia terdaftar di UPT BP2MI-Makassar Sulawesi Selatan.
Menurut laode tingginya eskalasi konflik di timur tengah, dapat memicu kekhawatiran nasib keselamatan bagi para PMI yang bekerja di wilayah konflik peperangan. Meski begitu pihak P4MI Parepare terus berupaya menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi PMI tersebut aman.
“Ya..saat ini ada salah satu warga kabupaten Pinrang yang bekerja di Kuwait. Dia bekerja di perusahaan kapal laut. Ya alhamdulillah sampai saat ini belum ada konfirmasi dari PMI tersebut bagaimana keadaannya. Tapi kita berdoa semoga keadaannya baik-baik saja,”ujarnya, kepada suaradaring.com saat ditemui di kantornya. Rabu, 4 Maret 2026.
P4MI Parepare menyebutkan, pihaknya juga telah menyebarkan nomor kontak hotline direktorat pelindungan WNI, yang bisa dihubungi untuk meminta bantuan jika terjadi situasi darurat.
“saat ini KP2MI telah menyebarkan informasi mengenai kontak yang bisa dihubungi oleh warga dan masyarakat keluarganya bekerja di luar negeri ketika terdampak perang timur tengah,”sebutnya.
Laode mengharapkan, masyarakat dapat merespon dengan cepat dan proaktif jika terdapat keluarganya bermasalah di luar negeri segera menghubungi kedutaan yang ada di timur tengah.
“Semoga masyarakat bisa merespon dengan cepat jika ada misalnya permasalahan yang dihadapi keluarganya bisa menghubungi nomor-nomor kedutaan yang ada di timur tengah tersebut. Insya allah kedutaan akan memberikan bantuan. Semoga mereka dapat dibantu dan diselamatkan apabila terdampak perang timur tengah,”harapnya.
P4MI Parepare juga terus memantau perkembangan informasi ke sejumlah perwakilan ri di berbagai negara timur tengah.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing.
Perwakilan RI telah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat. Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri juga turut mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.
Kementerian Luar Negeri bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi ke depan.
Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI sebagai berikut:
KBRI Riyadh: +966 569173990
KJRI Jeddah: +966 503609667
KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
KBRI Doha: +974 3332 2875
KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
KBRI Manama: +973 38791650
KBRI Amman: +962 779150407
KBRI Baghdad: +964 7769842020
KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
KBRI Beirut: +961 70817310
KBRI Damaskus: +963 954444810. (*)











