SUARADARING.COM, PAREPARE – Memasuki awal tahun 2026, pantai wisata Lumpue, kecamatan Bacukiki Barat kota Parepare, Sulawesi selatan, kembali merenggut korban jiwa.
Kali ini seorang pelajar SMK Negeri 2 kota Parepare, bernama Muhammad Irkam dilaporkan tenggelam karena terseret gelombang laut usai menyelamatkan temannya saat berenang di pantai Lumpue kota Parepare, sabtu, 10 Januari 2026, sekira pukul 12.30 wita.
Tim SAR Gabungan yang dipimpin kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Parepare, Gery Rasdy, menerangkan seluruh tim yang tergabung dalam operasi tersebut, bergerak melakukan pencarian di pesisir pantai Lumpue.
“Kami laporkan bahwa telah terjadi seorang korban tenggelam dan selanjutnya hilang, kami terima laporan sekirapukul 12.30 wita. Dan kami langsung melakukan persiapan melakukan pencarian. Ada 2 korban yang satunya sudah ditemukan dan terselamatkan sementara dirawat di Puskesmas Lumpue, dan yang satu sekarang ini masih hilang, keduanya siswa SMK Negeri 2 Parepare,”jelasnya kepada awak media.
Tingginya gelombang laut disertai dengan angin kencang, membuat tim SAR Gabungan kesulitan melakukan proses pencarian menggunakan perahu karet.
“Untuk sementara kita masih melakukan pencarian bersama dengan teman-teman di pesisir pantai. Kondisi gelombang sangat tinggi sehingga perahu karet yang kami siapkan belum mampu melakukan penyisiran lewat laut,”ungkap Rasdy.
Sejak hari pertama dilaporkan menghilang hingga hari kedua saat ini, minggu (11//1/2026) Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD, Basarnas, Sar Brimob Parepare, Damkar dan Penyelamatan serta Tagana. Masih melakukan proses pencarian korban.
Keluarga korban hanya bisa mengharap kepada tim bisa segera menemukan jasad anak tersebut dalam kondisi apapun.
Tambahan informasi awal januari 2025 lalu, kejadian serupa juga terjadi di pantai wisata Lumpue kota Parepare, beruntung korban bisa diselamatkan dengan kesigapan tim SAR.
Agar peristiwa ini tidak terulang lagi, tim BPBD kota Parepare, mengimbau warga maupun pengunjung wisata pantai lumpue, agar berhati-hati dan tidak melakukan aktifitas di bibir pantai, mengingat ketinggian gelombang laut mencapai hingga satu meter dan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa. (*)











