SUARADARING.COM, SIDRAP – Untuk memudahkan permintaan Layanan Data Keimigrasian (LDK) digital dalam mendukung kinerja instansi dan lembaga pemerintahan untuk memudahkan instansi khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mengajukan permintaan data Keimigrasian.
Imigrasi kelas II TPI Parepare, Sulawesi selatan, melakukan sosialisasi LDK di salah satu hotel di Kabupaten Sidrap, Sulawesi selatan. Dengan mengundang perwakilan instansi pemerintah daerah, KPP Pratama, Kepolisian, Kejaksanaan dan Lembaga pemerintahan terkait. Jumat, 18 September 2026.
Kasubsi Tekhnologi komunikasi keimigrasian, Linda dan Humas Imigrasi kelas II TPI Parepare, Eva Nurdin hadir selaku pembicara dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Keduanya menjelaskan tata cara permintaan LDK melalui aplikasi sistem digital resmi dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memproses permohonan data dan informasi keimigrasian—seperti perlintasan, paspor, visa, izin tinggal, dan deportasi—bagi instansi, lembaga pemerintah, atau keperluan spesifik warga secara transparan dan aman.
“Jadi LDK ini adalah aplikasi berbasis digital yang merupakan pertukaran informasi dari Dirjen Imigrasi bersama instansi pemerintah atau Lembaga pemerintah terkait. Fungsinya sebagai bentuk supporting dan kolaborasi antar instansi. Jadi mengapa harus ada kolaborasi? Karena instansi merupakan bagian penting dalam memaksimalkan layanan keimigrasian,”jelas Linda yang ditemui usai kegiatan.
Linda mengungkapkan hanya empat yang bisa mengakses aplikasi digital LDK tersebut yaitu Instansi atau Lembaga pemerintahan, bagian internal dari kantor Imigrasi, pemerintah daerah setempat dan perwakilan di luar negeri.
Ia berharap melalui sosialisasi itu peserta dari berbagai perwakilan pemerintahan, instansi atau Lembaga pemerintahan daerah dapat memperoleh data yang lebih akurat, lebih cepat, dan lebih aman.
“Harpan saya dengan adanya sosialisasi ini semoga instansi atau Lembaga pemerintahan dapat memperoleh data yang lebih akurat, lebih cepat, dan lebih aman tentunya berbasis berkekuatan hukum sehingga pelayanan kepada masyarakat kepada public dapat lebih maksimal lagi,”pungkasnya.
Tingginya antusiasme peserta sosialisasi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Peserta silih berganti memberikan pertanyaan kepada pembawa materi, sehingga membuat forum sosialisasi semakin hidup dan berjalan dengan lancer. (*)










