SUARADARING.COM, PAREPARE – Gas elpiji berukuran 3 kilogram kembali langka, membuat warga di kota Parepare, Sulawesi selatan kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji berukuran 3 kilogram.
Kelangkaan dikeluhkan warga terjadi di sejumlah pangkalan gas elpiji. Menurut warga,kelangkaan ini terjadi hampir sebulan. Selain langka warga terkadang mendapat gas elpiji 3 kilogram seharga 30 ribu rupiah bahkan 40 ribu rupiah, jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
Menurut warga untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, mereka harus menunggu berhari-hari di pangkalan.warga menduga ada permainan di tingkat pangkalan terhadap pengecer, mengakibatkan gas elpiji 3 kilogram dengan cepat habis terjual.
“Ia pak ini hampirmi satu bulan gas 3 kilo sangat langka di Parepare, kita sudah keliling di pangakalan semuanya habis. Kalau ada di dapat harganya mahal sampai 30an kadang sampai 40an ribu,”keluhnya, kepada suaradaring.com. Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia bahkan menduga ada permainan penjualan di tingkat pangkalan, sebab kata Rusdi gas melon yang ada di pangkalan tak cukup sehari sudah habis.
“Kayaknya gas 3 kilogram terbatas di pangkalan atau pangkalan yang mainkn itu apa-apa yang diutamakan itu yang partai penjual pengecer , karena pengecer itu jual mahal juga sampai 25 sampai 36 ribu. Kalau saya ini antre lama di pangkalan tetap dapat 20 ribu,”ungkapnya.
Menyikapi kelangkaan itu pemerintah kota Parepare bersama dengan DPRD telah membahas dalam rapat paripurna, dan segera membentuk tim satgas untuk melakukan sidak ke sejumlah pangkalan dan warung makan memastikan gas tiga kilogram tepat sasaran.
“Jadi pemerintah kota dengan Forkopimda sempat rapat melibatkan Hiswana Migas dan melibatkan dari pihak pertamina. Dari pemerintah kota sempat menanyakan bagaimana dengan kelangkaan gas 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat memang sangat langka. Kalau mau dilihat langka, menurut saya belum langka kenapa?karena persediaan masih ada. Tetapi terkait masalah menunggu masyarakat untuk mendapatkan gas 3 kilo itu memang agak lama,”ungkapnya.
“Terkait dengan apa yang dialami masyarakat kita terkait kelangkaan gas elpiji 3kg di kota Parepare dan salah satunya kita akan bentuk satgas, turun langsung mengecek di pangkalan-pangkalan dan warung-wrung makan,”janjinya.
Meski pihak pertamina patraniaga regional Sulawesi mengklaim telah menambah pasokan, namun kebutuhan masyarakat belum tercukupi.
Warga hanya bisa berharap kepada pihak pemerintah atau pertamina, agar segera mengambil langkah terkait dengan kelangkaan ini.dan meningkatkan pengawasan di pangkalan. (*)










