SUARADARING.COM, PAREPARE – Warga di kota Parepare, Sulawesi selatan, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji berukuran 3 Kilogram di sejumlah Pangkalan gas di kota Parepare.
Seperti yang dikeluhkan Rusdi, beberapa hari terakhir ia kesulitan mendapatkan gas elpiji berukuran 3 kg, meski telah berkeliling di beberapa pangkalan gas dan jika ada harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
“Ia pak ini hampirmi satu bulan gas 3 kilo sangat langka di Parepare, kita sudah keliling di pangakalan semuanya habis. Kalau ada di dapat harganya mahal sampai 30an kadang sampai 40an ribu,”keluhnya, kepada suaradaring.com. Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia bahkan menduga ada permainan penjualan di tingkat pangkalan, sebab kata Rusdi gas melon yang ada di pangkalan tak cukup sehari sudah habis.
“Kayaknya gas 3 kilogram terbatas di pangkalan atau pangkalan yang mainkn itu apa-apa yang diutamakan itu yang partai penjual pengecer , karena pengecer itu jual mahal juga sampai 25 sampai 36 ribu. Kalau saya ini antre lama di pangkalan tetap dapat 20 ribu,”ungkapnya.
Menurut Rusdi untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg, ia harus menunggu 2 hingga 3 hari. Ia menyesalkan pengecer menjual gas melon mlebihi HET
“Dua hari tiga hari baru kita dapat. Jadi kayanya itu diutamakan saya lihat di pengeceran baru nanti di pengeceran kita beli ta Rp. 25.000 pokonya paling rendahmi itu kita beli di pengeceran,”sesalnya.
Dengan kelangkaan ini warga berharap pertamina meningkatkan pasokan gas elpiji 3 kilogram dan pengawasan di tingkat pangkalan agar tidak terjadi kecurangan.
Meski pihak Pertamina Patraniaga Regional Sulawesi menyatakan stok gas elpiji 3 kg aman pasca hari raya Idul Adha dan telah menambah pasokan di seluruh wilayah Sulawesi, namun gas 3 kg tetap langka di kota Parepare.
“Pasca hari raya idul adha periode libur panjang, Pertamina patraniaga regional Sulawesi memastikan penyaluran gas elpiji subsidi 3 kilogram seluruh wilayah Sulawesi tetap berjalan lancar dengan kondisi stok yang aman dan terjaga,”ungkap Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto.
“Secara khusus di Sulawesi selatan tambahan pasokan mencapai sekira 340 ribu tabung, yang disalurkan melalui mekanisme fakultatif dan ekstradroping, guna memeperkuat keersediaan elpiji subsidi di masyarakat,”imbuhnya.
“Khusus di kota Parepare penyaluran elpiji 3 kilogram terpantau normal dan telah diperkuat dengan tambahan pasokan sebanyak 7.840 tabung atau sekira 4,75 persen dari alokasi bulanan,”pungkasnya. (*)










