SUARADARING.COM, PAREPARE – Kabar baik datang dari salah satu anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil, poitikus asal partai Demokrat, berkat perjuangannya di DPR RI jalan Ambo mati (Tegal) kelurahan Lapadde, kecamatan Ujung kota kota Parepare, Sulawesi selatan akan direhabilitasi tahun ini.
Kabar baik itu disampaikan langsung ketua DPC Demokrat Parepare, Sulsel Rahmat Sjamsualam kepada suaradaring.com, di Warung kopi 588 kota Parepare. Kamis, 9 April 2026. Ia mengungkapkan jika tahun ini Jalan Ambo mati yang dikenal warga dengan nama Tengah Galung (Tegal) rencananya tahun ini akan direhabilitasi.
Kata Rahmat Sjamsualam akronim (RSA) rehabilitasi jalan itu masuk dalam penganggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 dengan nomenklatur jalan pendukung konektivitas daerah senilai 3 miliar rupiah lebih.
“Alhamdulillah bersyukur insyallah tahun ini Jalan Ambo Matti atau Tegal itu, sudah bisa dikerja melalui aspirasi anggota DPR RI Andi Muzakkir dari partai Demokrat. Dimana jalan ini memang boleh dilaksanakan melalui program DAK karena merupakan jalan konektivitas daerah artinya penghubung dengan jalan nasional dan boleh menggunakan dana DAK, yang anggarannya turun sekitar 3 miliar lebih,”ungkapnya
“Karena ini dana DAK ada tahapan proses mekanisme penganggaran, tidak sama dengan APBD biar bulan 6,7,8 bisa dilaksanakan. Kalau dana DAK ini ada proses ada Namanya triwulan pertama, kedua dan seterusnya kemudian kalau tidak dilaksanakan dana ini kembali. Sehingga memang harus secepat mungkin dilaksanakan,”katanya.
Ia pun sangat mengapresiasi kinerja yang dilakukan Andi Muzakkir Aqil selaku anggota DPR RI yang juga putra daerah atas aspirasinya memperjuangkan perbaikan infrastruktur demi kenyamanan warga.
“tentu kami sangat mengapresiasi kinerja daripada anggota dewan kita Andi Muzakkir, karena ini sudah turun dana DAK. Jadi keraguan masyarakat disitu sedikit bersabar dan mudah-mudahan pemerintah daerah cepat merespon karena mekanismenya sudah masuk dalam tahap perencanaan,”ucap mantan wakil ketua DPRD Parepare.
Diketahui jalan Ambo matti puluhan tahun rusak tak kunjung dapat perhatian dari pihak pemerintah setempat untuk membenahi jalan tersebut, yang kerap memakan korban jiwa karena banyaknya lubang jalan yang menganga. (*)










