SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemandangan berbeda yang tak biasanya terjadi di Rumah Sakit (RS) dr. Hasri Ainun Habibie kota Parepare, Sulawesi selatan, sejak sepekan pasca hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah jumlah pasien membludak hingga antrean menunggu kamar tidur perawatan.
Seperti yang diungkapkan Wakil direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie kota Parepare, dr. Linda yang ditemui di ruangannya. Ia menjelaskan membludaknya pasien tersebut karena bertepatan saat libur lebaran, pasien tidak sempat ke Rumah sakit menyebabkan pasien harus menunggu kamar tidur perawatan.
“Jumlah pasien itu kalau dihitung dalam satu bulan sebenarnya tidak terlalu jauh peningkatannya cuman mungkin ada libur lebaran, pasien juga mungkin agak susah mau di bawah ke rumah sakit, karenakan momen lebaran bertemu dengan keluarga, nah baru setelah lebaran ini mereka baru pada datang ke rumah sakit jadi kesannya seperti banyak sekali pasien di rumah sakit,”jelasnya kepada suaradaring.com. Sabtu, 4 April 2026.
Agar semua pasien terlayani pihak rumah sakit terpaksa harus melakukan pengaturan tempat tidur. Pasien yang tidak terlalu kritis distabilkan dulu sambil menunggu tempat tidur kosong.
“memang kalau pas kita diborongi seperti ini memang kita harus juga pengaturan tempat tidur di perawatan ada juga pasien yang harus distabilkan dulu baru ke perawatan. jadi kadang-kadang memang yang harus stagnan dulu di IGD sebelum pasien dipindahkan ke ruang perawatan,”ujarnya.
Menurut dr. Linda, umumnya pasien mengeluhkan sakit perut demam itu bisa ditangani dengan cepat tanpa harus menunggu lama.
‘Mungkin karena libur lama ya mereka kelelahan saat puasa ramadan mereka kecapean ada juga yang demam, ada juga yang gangguan perut jadi tidak adaji yang sakit kronis,”ungkapnya.
Rumah sakit yang hanya mampu menampung 204 pasien. Namun usai lebaran idulfitri pasien membludak. Ia juga mengungkapkan membludaknya pasien ini bukan kali pertama terjadi di tahun sebelumnya juga pernah.
“kapasitas ruangan sudah termasuk ruang isolasi sebanyak 204 tempat tidur, tapi untuk kamar kelas 1 dan kelas 3 itu 150an sampai 170 tempat tidur. Jadi kalau kapasitas kita sudah lebih dari 144 pasien setiap hari itu biasa memang tinggal di bawah menunggu pasien yang dipulangkan hari itu. Ini bukan yang pertama kali ini terjadi setiap tahun. Tapi kalau dihitung secara perbulannya setiap harinya tidak begitu,”pungkasnya.
Pantauan media saat ini jumlah pasien di IGD sudah mulai melandai. Meski begitu pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan terbaik bagi masyarakat. (*)










