SUARADARING.COM, PAREPARE – Seorang pelajar SMK Negeri 2 kota Parepare, Sulawesi selatan yang dilaporkan menghilang karena tergulung ombak, saat berenang bersama temannya di pantai wisata Lumpue kota Parepare. Kini telah ditemukan oleh tim sar gabungan bersama dengan warga. Senin, 12 Januari 2026.
Korban Muhammad ikmar, berhasil ditemukan oleh tim sar gabungan bersama dengan warga dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup. Penemuan jasad korban pada hari ketiga proses pencarian dengan menerjunkah 8 sru.
Menurut keterangan kepala Pos Basarna Parepare, Agussalim, menerangkan penemuan jasad tak jauh dari lokasi kejadian saat korban berenang. Kondisi jasad korban terjepit di antara bebatuan, membuat tim sar kesulitan untuk dievakuasi.
“Alhamdulillah untuk pencarian pada hari ketiga korban berhasil ditemukan oleh tim sar gabungan pada pukul 11.07 wita, kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian korban tenggelam. Kemudian korban selanjutnya di evakuasi oleh tim sar gabungan menuju RSUD Andi Makkasau. Korban ditemukn dalam kondisi meninggal dunia,”jelasnya.
Tim sar gabungan dibantu warga akhirnya mengevakuasi korban. Sementara orangtua korban tak kuasa menahan tangis melihat jasad putranya ditemukan. Sebelum diserahkan kepada orang tuanya, korban terlebih dahulu dilarikan ke RSUD Andi Makkasau untuk dilakukan autopsi sebagai rangkaian operasi pencarian.
Pasca ditemukannya korban, seluruh rangkaian proses pencarian resmi dihentikan. Basarnas pos Parepare selaku penanggung jawab teknis operasi pencarian korban, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan memohon maaf atas segala kekurangan.
Diketahui korban dilaporkan menghilang sejak sabtu lalu (10/1/2026), saat berwisata sambil berenang di pantai wisata Lumpue kota Parepare, bersama dengan temannya. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar dan Penyelamatan, Polairud, TNI-Polri, SAR Brimob serta tagana bersama melakukan pencarian.
Menyikapi peristiwa ini Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) kota Parepare, mengimbau warga untuk sementara tidak berwisata di pesisir pantai karena kondisi cuaca yang tidak menentu. (*)










