Penjelasn Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Hasri Ainun Habibie Soal Pasien Diabetes Dibolehkan Puasa

Senin, 3 Maret 2025 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARADARING.COM – Berpuasa di bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi penderita diabetes.

Namun, tidak semua pasien diabetes dapat menjalankan puasa dengan aman.

Lantas, apakah penderita diabetes boleh berpuasa? Simak penjelasannya berikut ini.

Syarat Penderita Diabetes yang Boleh Berpuasa

Menurut dr Fadli, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Hasri Ainun Habibie Parepare, Sulawesi selatan (Sulsel) penderita diabetes boleh berpuasa asalkan gula darahnya dalam kondisi terkontrol dan telah berkonsultasi dengan dokter.

“Puasa bagi penyandang diabetes bisa dilakukan dengan syarat tertentu. Pastikan kadar gula darah terkontrol, konsultasikan dengan dokter, dan tetap jaga pola makan yang seimbang. Jangan abaikan tanda-tanda hipoglikemia atau hiperglikemia,” jelasnya.

Dia juga menyarankan agar pasien penderita diabets agar melakukan latihan fisik selama bulan Ramadan.

“Aktivitas fisik yang rutin dapat diteruskan selama Ramadan, olahraga ringan dan sedang dapat dilakukan apda pagi hari atau setelah berbuka puasa,” paparnya.

“Olahraga berat harus dihindari selama jam-jam puasa dan terutama sebelum buka puasa karena risiko tinggi hipoglikemia dan dehidrasi.”

“Salat tarawih yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan aktivitas olahraga sehari-hari karena melibatkan aktivitas fisik yang teratur seperti, rukuk, berlutut, dan bangun,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, dr Reski dokter spesialis penyakit dalam RS Hasri Ainun Parepare, menyarankan penyandang diabetes membatalkan puasa jika:
Gula darah <70 mg/dl (cek ulang dalam 1 jam bila gula darah antara 7-90 mg/dl) Gula darah >300 mg/dl

Terdapat gejala-gejala hipoglikemia, dehidrasi atau penyakit akut lainnya.

Lebih jauh, dr Reski menjelaskan ciri-ciri gejala hipoglikemia.

“Tangan gemetar, berkeringat dingin, dada berdebar, lapar, perubahan kesadara, kebingungan, dan nyeri kepala,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut dr Reski, ciri-ciri gejala hiperglikemia.

“Rasa haus yang hebat, lapar, sering kencing, rasa lemah, kebingungan, mual/muntah, dan nyeri perut,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Cegah Gangguan Pernapasan, Pemkot Parepare Gencarkan Pembagian Masker
Kabut Asap Muncul di Parepare, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker
Kabut Asap Selimuti Parepare, Dinas Kesehatan Turun ke Jalan Bagikan Masker
Pastikan Kesehatan WBP dan Petugas Tetap Terjaga, Rutan Barru Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Mahasiswa KKN UNHAS Gelombang 116 Gelar Pelatihan Pembuatan Puding Tempe, Inovasi Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting
RSUD Andi Makkasau Parepare Miliki Layanan Cathlab Tanpa Harus ke Makassar
Bakti Sosial Imigrasi Kelas II TPI Parepare Melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting
BPJS Kesehatan Parepare Paparkan Program JKN Melalui Media Workshop

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Cegah Gangguan Pernapasan, Pemkot Parepare Gencarkan Pembagian Masker

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:16 WITA

Kabut Asap Muncul di Parepare, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:59 WITA

Kabut Asap Selimuti Parepare, Dinas Kesehatan Turun ke Jalan Bagikan Masker

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:53 WITA

Pastikan Kesehatan WBP dan Petugas Tetap Terjaga, Rutan Barru Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03 WITA

Mahasiswa KKN UNHAS Gelombang 116 Gelar Pelatihan Pembuatan Puding Tempe, Inovasi Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting

Berita Terbaru