SUARADARING.COM, PAREPARE – Listrik merupakan kebutuhan energi utama dalam setiap aktivitas kehidupan masyarakat, tanpa listrik kehidupan masyarakat jadi gelap gulita. Kebutuhan akan listrik terus terjadi peningkatan seiring kemajuan dan perkembangan kehidupan masyarakat.
PT PLN (Persero) menjadi salah satu perusahaan penyedia tenaga listrik dengan memiliki sumber penghasil tenaga listrik yang dihasilkan dari berbagai pembangkit listrik yang tersebar di seluruh daerah Nusantara, untuk menerangi tanah air Indonesia.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bawasalo Barru, Sulawesi selatan, menjadi salah satu perusahaan yang berada di bawah managerial PT PLN (Persero) melayani konektivitas sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sultanbatara).
PLTU yang terletak di Desa Lampoko, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru ini menghasilkan tenaga listrik sebesar 200 Megawatt (MG) dan menjadi penyumbang sekira 10 persen dari total kapasitas yang ada.
Asisten Administrasi Budisetiawan didampingi Bidang Kehumasan Suriadi, dalam pertemuan silaturahmi bersama dengan sejumlah awak media di kota Parepare, Sulawesi selatan, menjelaskan PLTU Bawasalo bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu tulang punggung sistem kelistrikan di Sultanbatara. Dengan kapasitas maksimum 200 megawatt PLTU Barru berkontribusi kurang lebih 10 persen kebutuhan kelistrikan Sulselbar.
“Untuk PLTU Barru sendiri berkontribusi kurang lebih 10 persen dari kebutuhan kelistirikan di Sulselrabar. Sistem Sulselrabar itu sendiri kurang lebih 2200 megawtt diman kami berkontribusi sekira 200 megawatt untuk sistem Sulselrabar jadi kurang lebih sekira 10 persen dari listrik PLTU yang dihasilkan PLTU Barru ke tiga provinsi yakni Sulsel, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Barat (Sulbar),”jelas Budi kepada awak media. Selasa, 22 September 2026.
Meski kemarau panjang akibat el nino melanda, PLTU Bawasalo tetap memproduksi energi listrik tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di tiga provinsi, tanpa mempengaruhi jumlah produksi listrik.
Menurut Budisetiawan yang diperlukan hanya dengan pemeliharaan rutin untuk menjaga produksivitas energi listrik.
“Sejauh ini untuk PLTU tidak ada kewalahan dalam memberikan kontribusi tenaga listrik di musim kemarau. Kalau untuk PLTU tetap aman tidak ada kondisi yang cukup menghwatirkan dari kami tetap kami melakukan pemantauan rutin terus pemeriksaan, pemeliharaan mesin yang cukup rutin juga,”pungkasnya. (*)










