SUARADARING.COM, PAREPARE – Kisruh pembatalan Sultan yang akrab disapa bang One sebagai ketua RW 8 kelurahan Ujung Bulu, kecamatan Ujung kota Parepare, Sulawesi selatan, berakhir damai.
Perwakilan tokoh masyarakat yang mendampingi bang One dan warga RW 8 kelurahan Ujung Bulu, kecamatan Ujung kota Parepare, Sulawesi selatan, mendatangi kantor wali kota Parepare, bertemu langsung dengan wali kota Tasming Hamid. Meminta kejelasan terkait dengan pembatalan Sultan akrab disapa Bang One pembatalan dirinya jadi ketua RW 8 terpilih. Rabu, 21 Januari 2026
Mereka diterima langsung wali kota didampingi Asisten Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Masyarakat Parepare, Dede Harirustaman, Camat Ujung Andi Muliady dan Lurah Ujung Bulu, Hasrah. Berlangsung di ruang rapat wali kota.
Dalam pertemuan itu Tasming menilai, Bang One terpilih sebagai Ketua RW 08 secara demokratis dan sesuai administrasi.
Tasming Hamid juga mengatakan, dokumen kesehatan yang dipermasalahkan pihak Kelurahan Ujung Bulu sehingga membatalkan Bang One sebagai Ketua RW 08 terpilih hal yang keliru.
Menurut wali kota dalam peraturan wali kota (Perwali), syarat berbadan sehat jasmani dan rohani untuk calon Ketua RT/RW tidak termasuk untuk difabel.
“Mohon maaf sebelumnya, buta itu masuk difabel, bukan termasuk berbadan sehat jasmani dan rohani. Jadi tidak perlu dipermasalahkan, Bang One ini tidak cacat administrasi,” katanya dalam pertemuan itu.
Tasming mengungkapkan, jika pihak kelurahan ingin menganulir Ketua RW terpilih, seharusnya melalui proses penetapan terlebih dahulu.
Namun ia tidak ingin menyalahkan siapapun dalam persoalan itu.
“Tidak ada yang bisa disalahkan, tapi memang seharusnya kalau mau menganulir ditetapkan dulu. Kalau ada persoalan lain itu nanti belakangan,” ungkap Tasming.
Politikus NasDem Parepare itu pun mensahkan Bang One sebagai Ketua RW 08 Kelurahan Ujung Bulu di pertemuan itu.
Dia juga akan mengupayakan pelantikan RT/RW baru dilakukan Februari mendatang sebelum Ramadan.
“Saya mohon maaf atas persoalan ini. Selamat Bang One, semoga tidak ada kendala kita upayakan pelantikan sebelum Ramadan nanti,” ucapnya.
Mendengar hal itu, Bang One terlihat meneteskan air matanya.
Dia berterima kasih kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid yang sudah menyelesaikan persoalan tersebut dengan bijak.
“Saya sangat berterima kasih pak Wali, kita sudah menanggapi orang kecil, dengan begini saya sudah enak tidur pak wali,” katanya disambut tawa Tasming Hamid.
Bang One mengutarakan, dirinya kerap kali mendapat intimidasi dari beberapa pihak karena kondisinya yang tunanetra.
“Saya selalu diintimidasi, tapi tidak apa. Saya akan buktikan kalau saya akan melayani warga saya dengan hati dengan segala keterbatasan saya,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga RW 8 Ujung Bulu memprotes hingga mennggelar aksi unjuk rasa di kantor Kelurahan Ujung Bulu terkait dengan pembatalan bang One sebagai pemenang RW 8, mereka juga menuding ada indikasi intervensi pemerintah kota.
Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Sultan yang akrab disapa Bang One itu mengantongi suara terbanyak jauh melampaui kedua lawannya saat pemilihan ketua RW lalu. Namun pasca ditetapkannya sebagai pemenang calon ketua RW, Sultan didiskualifikasi oleh pihak pemerintah setempat, dalam hal ini Lurah Ujung Bulu, karena dinilai tidak memenuhi syarat, sesuai Peraturan Wali kota (Perwali) yang berlaku dalam pemilihan RT/RW di kota Parepare.
“Seharusnya kita malu, kenapa level seperti pemilihan RW terjadi seperti ini sementara di daerah lain itu sudah selesai karena tahapannya sudah selesai, pertama dimana salah satu calon dinyatakan tidak sehat seharusnya dia gugur sebelum pemilihan bukan setelah dia menang.” Kesal Rustan Hakim yang ditemui awak media usai melakukan pertemuan dengan Lurah setempat.
Rustan sangat kecewa melihat proses pemilihan RW di wilayahnya. Ia bahkan menilai pembatalan bang One sebagai ketua RW terpilih diduga ada intervensi dari oknum pejabat
“Terus pemerintah setempat, panitia tidak boleh mengubah aturan di tengah atau setelah pemeilihan sedang berlangsung artinya apa?ada abius a power di dalamnya,”tegas Rustan. (*)











