Tim Sar Gabungan Temukan Korban Kedua Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan pers terkait dengan penemuan korban kedua jatuhnya pesawat ATr 42-500

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan pers terkait dengan penemuan korban kedua jatuhnya pesawat ATr 42-500

SUARADARING.COM, PANGKEP – Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu korban tambahan yang dipastikan dalam kondisi meninggal dunia.

“Telah ditemukan satu korban,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Senin, 19 Januari 2026.

Syafii menyampaikan, korban ditemukan oleh tim SAR di lapangan sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan laporan awal, korban kedua tersebut berjenis kelamin perempuan, namun identitasnya belum dapat dipastikan.

“Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan,” bebernya.

Korban ditemukan di area dengan tingkat kesulitan tinggi. Lokasi berada di tebing yang sangat terjal dan curam, jauh dari puncak Gunung Bulusaraung, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

“Lokasi kejadian berada pada kondisi tebing yang sangat terjal dan curam. Begitu juga dengan kedalaman korban diperkirakan ada di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” terang Syafii.

Ia menegaskan, hingga saat ini Tim SAR gabungan masih fokus pada proses evakuasi korban. Sementara penentuan identitas korban sepenuhnya menjadi kewenangan pihak berwenang.

“Untuk menentukan identitas dari korban tentunya bukan dari kita. Yang ingin saya sampaikan saat ini sedang dalam upaya proses evakuasi,” ucapnya.

Di sisi lain, Basarnas terus memaksimalkan operasi pencarian melalui jalur udara seiring memasuki hari ketiga operasi SAR. Penggunaan pesawat dan helikopter dinilai lebih efektif mengingat medan darat yang ekstrem.

“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, karena jarak tempuh dari lokasi menuju ke bandara, sangat dekat,” kata Syafii kepada wartawan di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1).

Operasi udara dilakukan secara berlapis, mulai dari pemantauan hingga penurunan personel penyelamat ke lokasi-lokasi sulit dijangkau.

“Pagi kita menggunakan Boeing untuk melaksanakan air surveillance, kemudian ditindaklanjuti oleh helikopter untuk menurunkan rescuer yang memang memiliki kemampuan,” ujarnya.

Selain itu, dukungan kekuatan udara terus ditambah melalui koordinasi lintas instansi.

“Kemudian dari Bapak Kapolda juga sudah berkoordinasi akan memperkuat kekuatan helikopter, dari Basarnas juga akan merapatkan pesawat dari Surabaya,” kata Syafii.

Basarnas juga menyiapkan opsi modifikasi cuaca guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi, mengingat kondisi cuaca buruk masih menjadi kendala utama di kawasan pegunungan Bulusaraung. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Penulis : Ria

Berita Terkait

Viral! Tumpukan Karung Beras SPHP Bekas Ditemukan di Pinggir Jalan, Bulog Telusuri Asal Karung Tersebut
Dua Rumah Panggung Terbakar Diduga Anak Tukang Main Korek Api
Pengendera Sepeda Motor Ditabrak Truk saat Berhenti di Pinggir Jalan, Korban Terjepit Hingga Terseret Sejauh 7 Meter
Rombongan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Terancam Deportasi
Diduga Tertipu Travel Umrah, 44 Jamaah Umrah Parepare Terlantar Belum Pulang
Viral! Video Laka Lantas, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Truck Sedang Parkir Gunakan Sebagian Badan Jalan
Konflik Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah Parepare Minta JCH Tetap Tenang
Arus Mudik Lebaran Pelabuhan Nusantara Masih Terpantau Padat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:51 WITA

Viral! Tumpukan Karung Beras SPHP Bekas Ditemukan di Pinggir Jalan, Bulog Telusuri Asal Karung Tersebut

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:35 WITA

Dua Rumah Panggung Terbakar Diduga Anak Tukang Main Korek Api

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:44 WITA

Pengendera Sepeda Motor Ditabrak Truk saat Berhenti di Pinggir Jalan, Korban Terjepit Hingga Terseret Sejauh 7 Meter

Rabu, 8 April 2026 - 16:03 WITA

Rombongan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Terancam Deportasi

Kamis, 2 April 2026 - 19:27 WITA

Diduga Tertipu Travel Umrah, 44 Jamaah Umrah Parepare Terlantar Belum Pulang

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bulog Parepare saat diwawancarai usai melakukan Sidak di pasar

Ekonomi & Bisnis

Bulog Parepare Klaim Pendistribusian SPHP ke RPK sudah Sesuai Prosedur

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:22 WITA

Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Sulawesi selatan, merupakan bagian dari Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulawesi Selatan mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Sulsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kekerasan jurnalis LKBN ANTARA M Darwin Fatir

Hukum & Kriminal

Dikhawatrikan Mendek Tim KAJ Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis

Jumat, 24 Jul 2026 - 22:46 WITA