SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemerintah kota Parepare, Sulawesi selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) tengah melakukan pembangunan toilet sekolah senilai ratusan juta rupiah menuai polemik.
Pembangunan toilet sekolah yang menuai polemik karena nilai proyeknya setiap sekolah mencapai 166 juta lebih, menggunakan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025. Akademisi juga menilai pembangunannya tidak sesuai standar dan spesifikasi sanitasi yang baik.
Hamzah, seorang akademisi saat ditanya terkait dengan pembangunan toilet sekolah yang memiliki septictank berada dalam satu ruangan. ia menyebut itu tidak sesuai etika pembangunan toilet/wc. Pembangunan toilet atau WC kata dia harus memiliki spesifikasi teknis dan sanitasi yang baik meliputi lingkungan, Konstruksi dan Kesehatan.
“Sebenarnya pembangunan WC yang baik itu tidak menyatu antar kamar WC dengan septitank ada etika lingkungan didalamnya, cuman yang jadi pertanyaan apakah sekolah menyiapkan lahan dalam pembangunan WC tersebut jangan menjadi kesan karena adanya anggaran ini sekolah terima begitu saja tanpa mensurvey lokasi pembangunan WC,”jelasnya yang dihubungi terpisah. Senin, 17 November 2025.
“yang ke 2. Perlu di tinjau RAB nya kalau nilai nya 1 unit WC 2 kamar makan biaya 100jt lebih hehehehe itu sih yakin ada markap didalam,”ungkapnya
Pembangunan WC yang baik kata Hamzah, harusnya mengacu pada spesifikasi teknis.
“Pembangunan toilet/wc mesti mengacu pada spesifikasi teknis dengan mempertimbangkan Lingkunga, Konstruksi dan Kesehatan,”katanya.
Ditanya apakah pembangunan toilet sekolah yang ada di SD Negeri 3 Parepare itu tidak sesuai standar?. Dimana diketahui septitank toilet tersebut berada dalam satu ruangan.
“Iya, seharusnya bangunan kamar WC mesti ada jarak dengan bangunan bak penampungan/septictank,”ungkapnya.
Wakil rektor 5 Bidang kerjasama Internasional dan Alumni Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) itu memaparkan etika dalam membangun toilt/wc.
1. Saluran pembangunan yang menuju ke bak penampungan (septictank) agar membantu pengguna dalam mengontrol bak penampungan contoh ada yang mampet atau penuh memudahkan pengguna tuk melakukan kontrol itu.
2. Zat atau gas yang terdapat pada ruang septictank sangat berbahaya jika berada dibawah closed, jangan heran kenapa ko ada closed yang tiba tiba meledak itu Krn udara yang ada dalam septictank tdk terkontrol dan mencari celah lubang yang ada pada closed, makanya perlu ada pipa pembuangan udara.
3. Bakteri yang terdapat pada limbah di septictank itu akan mudah naik ke lubang closed dan akan berdampak pada pengguna apa lagi ini wilayah sekolah anak anak yang mudah terjangkit penyakit akibat bakteri tadi.

Sebelumnya anggota komisi II DPRD Parepare menyebut pembangunan toilet sekolah itu kelewatan karena nilainya tidak sesuai dengan hasil yang dipresentasikan di DPRD.
“Dengan besaran sepertii ini tentunya dengan anggaran 166 juta itu sudah kelewatan kami anggap itu terlalu banyak,”kata Sappe belum lama ini saat melakukan sidak di lokasi proyek pembangunan toilet sekolah
“Ia kami merestui, karena persentasenya pada saat itu bahwa bangunan wc tidak seperti yang kami lihat, bangunannya itu ada 3 wc berpisah tidak satu ruangan di dalam kemudian ada 4 wc seperti ini,”pungkas juru bicara DPD PKS Parepare itu.
Sementara ekretaris Daerah (Sekda) Amarun Agung Hamka, menegaskan bahwa angka yang tercantum dalam kontrak proyek berkisar Rp160 juta hingga Rp168 juta bukan merupakan nilai pembayaran final kepada rekanan. Nilai tersebut, kata dia, hanyalah batas maksimal anggaran.
“Angka itu adalah nilai batas akhir. Jika dalam proses review oleh PPTK maupun APIP ternyata volume pekerjaan tidak mencapai nilai kontrak, misalnya hanya Rp120 juta maka yang dibayarkan adalah sebesar volume riil yang dikerjakan rekanan,” jelas Hamka, Jumat, 15 November 2025.
Mantan Kabag Humas Pemkot Parepare itu juga menekankan bahwa keberadaan toilet bersih dan layak sangat penting dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah pusat.
“MBG dapat berjalan optimal apabila sekolah memiliki sanitasi yang aman. Toilet yang baik memastikan anak-anak kita terlindungi dari risiko penyakit, sehingga manfaat gizi dari program MBG bisa dirasakan sepenuhnya,” pungkasnya.
Diketahui total ada 13 SD dan 8 SMP yang akan melaksanakan pengerjaan toilet tersebut. Nilai kontraknya berbeda-beda namun rata-rata dimulai dari RP 163,9 juta hingga Rp 166,8 juta. (*)











