SUARADARING.COM, PAREPARE – Dua Sekolah Dasar Negeri di kota Parepare, Sulawesi selatan, kondisi bangunannya sangat memprihatinkan, membuat para guru dan siswa hawatir dengan kondisi tersebut.
Pantauan media, kondisi fisik tiang sekolah terlihat mulai retak dan plafon rubuh. Tak hanya itu di bagian luar bangunan tersebut, dinding yang dilapisi campuran semen itu mulai terkelupas hingga rangka besi bangunan tersebut mulai terlihat dan kropos.
Dua sekolah tersebut yakni SD Negeri 14 dan 26, terletak di Jalan KH. Sanusi Maggu, Kelurahan Kampung Pisang, kecamatan Soreang, kota Parepare, Sulawesi selatan. Kedua sekolah tersebut berada satu kompleks.
Kepala sekolah SDN 26, Mardiana menerangkan, kondisi bangunan yang ada saat ini terdapat banyak keretakan dibuktikan dengan runtuhnya plafon sekolah.
“Itu berawal dari adanya kegiatan pembongkaran di sebelah (SD Mhammadiyah), itu sepertinya bangunan kami ada getaran sehingga berawal dari situ kami merasa bangunan ini sudah tidak layak untuk dipakai, mengingat banyaknya bangunan-bangunan ini sudah retak dan itu dibuktikan dengan runtuhnya plafon sekolah,”terangnya, saat ditemui di sekolahnya. Senin, 15 September 2025.
“Beruntung bangunan yang plafonnya runtuh itu itu tidak ditempati oleh siswa belajar, hanya ruang kepala sekolah, ruang guru, kantin dan toilet bagi guru dan siswa. Sehingga kami hawatir nantinya Ketika anak-anak berada di bangunan ini itu kami berharap tidak ada kejadian-kejadian yang tidak kami inginkan,”harapnya.
Atas kondisi tersebut pihak sekolah telah melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIK) kota Parepare, untuk segera dtindak lanjuti.
“Kami sudah laporkan ke pihak dinas, bahkan bapak kadis (Disdik) sendiri menyaksikan keadaan bangunan kita, selain pak kadis anggota dewan komisi 2 DRPD juga sudah melihat langsung bagaimana kedaan bangunan kita di sd 14 dan sd 26 saat ini,”pungkasnya.
Pihak sekolah sangat berharap kepada pemerintah terkait dalam hal ini Disdik kota Parepare, agar segera ditindak lanjuti sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Diketahui, siswa SDN 14 Parepare menempati lantai satu untuk proses belajar mengajar. Sementara lantai dua merupakan milik SDN 26 Parepare. (*)










