Libatkan Pustakawan dan Konten Kreator, MAN Pinrang Gelar Workshop Moderasi Beragama

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kegiatan penguatan moderasi beragama untuk kalangan guru dan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pinrang, Sulawesi selatan

kegiatan penguatan moderasi beragama untuk kalangan guru dan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pinrang, Sulawesi selatan

SUARADARING.COM, PINRANG – Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pinrang, Sulawesi selatan, menggelar kegiatan penguatan moderasi beragama untuk kalangan guru dan peserta didik di sekolahnya, Jl Bulu Pakoro No.429, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema “80 Tahun Indonesia : Hijau Alamku, Harmoni Bangsaku” tersebut mengejawantahkan nilai-nilai ekotologi dan moderasi beragama yang diusung oleh Kementerian Agama RI.

Ada beberapa agenda yang disuguhkan dalam kegiatan ini. Mulai dari workshop pengenalan konsep moderasi beragama, pelatihan pembuatan poster dan video kreatif, lomba konten, serta pameran karya.

“Semua dikemas dalam balutan konsep ekoteologi dan moderasi beragama,” kata Wakil Kepala MAN Pinrang Bidang Kesiswaan, Subair saat dikonfirmasi, Minggu, 10 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan bangsa di tengah keragaman agama, budaya, dan suku bangsa. Moderasi beragama bukan berarti memoderasi ajaran agama, tetapi mengajak seluruh pemeluk agama untuk bersikap adil, seimbang, dan toleran dalam beragama serta mampu menghargai perbedaan sebagai bagian dari anugerah Tuhan. Nilai-nilai ini perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa.

“MAN Pinrang sebagai lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam membina dan membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam menyikapi keberagaman,” jelas Subair.

Ia melanjutkan, lingkungan madrasah menjadi tempat yang strategis untuk menumbuhkan semangat toleransi, cinta damai, dan sikap saling menghargai antar umat beragama. Upaya ini perlu dilandasi dengan pendekatan edukatif dan kreatif agar pesan-pesan moderasi beragama lebih mudah dipahami dan dihidupkan dalam keseharian siswa.

Menurut Subair, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, siswa sangat rentan terpapar konten-konten negatif seperti ujaran kebencian, intoleransi, dan radikalisme berbasis agama.

“Banyak dari mereka yang aktif di media sosial, namun belum sepenuhnya memahami etika digital maupun dampak dari informasi yang mereka konsumsi dan sebarkan. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai moderasi beragama harus diselaraskan dengan pengembangan literasi digital yang mendorong siswa menjadi agen penyebar konten positif di dunia maya,” paparnya.

Lebih lanjut, Subair menjelaskan, konsep moderasi beragama dalam kegiatan ini digabungkan dengan ekotologi. Itulah sebabnya, pihaknya mengangkat tema “80 Tahun Indonesia : Hijau Alamku, Harmoni Bangsaku” sebagai acuan dalam pembuatan konten kreatif.

Konten bisa diproduksi dengan berbagai cara, seperti membuat edukasi tentang hubungan antara agama dan lingkungan, menyajikan kisah-kisah inspiratif tentang kepedulian lingkungan, atau mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Konten ini bisa berupa video, infografis, artikel, atau postingan media sosial yang menarik dan mudah dipahami.

“Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi-generasi muda yang paham konsep moderasi beragama dan ekoteologi,” pungkas Subair.

Untuk diketahui, ada beberapa narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini. Mulai dari Subair Umam selaku Fasilitator Moderasi Beragama, Hery Syahrullah selaku Pustakawan, dan Nurham Sadiq selaku Pegiat Konten Kreatif. (*)

Facebook Comments Box
Bagikan:

Berita Terkait

KemenHAM Sambangi UNM, 300 Mahasiswa Disiapkan Jadi Garda Depan Isu HAM
Ponpes Hilyatul Irsyad Siap Sambut Syekh Dr. Mohamed El-Desouki Amin Muhamed Khalila di Parepare
Emak-emak Demo di SD Negeri 20 Parepare, Tuntut Oknum Guru Bermasalah Dimutasi Bukan Kepala Sekolah
IAIN Parepare Resmi Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi
Disperpustakaan Parepare Sosialisasikan Literasi Digital Bagi Pelajar Tangkal Hoax dan Hate Speech
Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan FIKP Unhas Laksanakan Praktik Lapang Terpadu di Perusahaan Biota Laut Ganggang Pinrang
FIKP Unhas Mengabdi, Bangun Kewirausahaan di Desa Biring Kassi Takalar
Resmi Sandang Gelar Doktor, Kompol Ramli Ikuti Wisuda Strata tertinggi Akademik S3

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:56 WITA

KemenHAM Sambangi UNM, 300 Mahasiswa Disiapkan Jadi Garda Depan Isu HAM

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:46 WITA

Ponpes Hilyatul Irsyad Siap Sambut Syekh Dr. Mohamed El-Desouki Amin Muhamed Khalila di Parepare

Selasa, 18 November 2025 - 22:07 WITA

Emak-emak Demo di SD Negeri 20 Parepare, Tuntut Oknum Guru Bermasalah Dimutasi Bukan Kepala Sekolah

Sabtu, 8 November 2025 - 16:34 WITA

IAIN Parepare Resmi Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi

Rabu, 5 November 2025 - 13:56 WITA

Disperpustakaan Parepare Sosialisasikan Literasi Digital Bagi Pelajar Tangkal Hoax dan Hate Speech

Berita Terbaru

Salah satu perajin tahu tempe sedang merapikan hasil produksi tempenya

Ekonomi & Bisnis

Pelaku Usaha Tahu Tempe di Parepare Tertekan Tingginya Harga Bahan Baku

Jumat, 10 Apr 2026 - 15:05 WITA