SUARADARING.COM, PAREPARE – Sejumlah orang tua siswa yang tergabung dalam paguyubuan SDN 20 kota Parepare, menggelar aksi demonstrasi di lingkungan SD Negeri 20 kelurahan Lapadde, kecamatan Ujung Kota Parepare, Sulawesi selatan.
Orang tua siswa yang didominasi emak-emak itu berteriak dengan suara lantang, “Kepala sekolah jangan mundur, kami bersamamu,”teriak emak-emak sambil membawa spanduk bertulis kata-kata tolak Kepsek dimutasi, oknum guru yang berbuat masalah harus dimutasi.
“Kami demo karena kami ingin mempertahankan kepala sekolah kami, karena anak-anak kami sudah merasa nyaman dengan kepala sekolah mereka,”ungkap Bulan salah satu orang tua siswa yang ikut aksi.
“Bukan menolak kepala sekolah dimutasi tetapi menolak mengundurkan diri,”kata Bulan.
Menurut keterangan orang tua siswa yang ikut aksi demonstrasi mengatakan, aksi tersebut dipicu karena kepala sekolah bakal mundur dan terancam dimutasi. Tak hanya itu emak-emak yang ikut aksi tersebut juga mengaku jika penyebab kepala sekolah ingin mundur dan terancam akan dimutasi, diduga karena ulah oknum guru di internal sekolah mereka yang kerap mengintimidasi kepala sekolah bahkan melaporkannya ke akun resmi “Lapor Pak Wali”.
“Sudah capek pak, katanya kepala sekolah menurut informasi yang kami terima, karena banyak laporan selalu diintimidasi guru. Termasuk kami orang tua murid selalu disenggol. Jadi kepala sekolah banyak laporannya ke dinas Pendidikan, di DPRD juga awalnya 5 oknum guru dan lsm yang seret kepala sekolah ke kantor DPRD, juga ada dari Inspektorat,”ungkap orang tua murid yang ikut aksi.
Mereka juga mengancam jika kepala sekolah tetap akan keluar atau dimutasi. Orang tua murid akan menarik seluruh anaknya keluar dari sekolah tersebut dan akan melakukan aksi mogok belajar.
“Kami ini hanya mempertahankan soalnya kami ibu-ibu murid kalau kepala sekolah ini dipindahkan atau dimutasi tidak menerima. Dan apabila kepala sekolah itu pindah atau keluar dari sd 20, anak murid kami pindahkan ke sekolah lain,” ancam orang tua siswa.
Akibat aksi itu, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu. Aksi tersebut berjalan aman dan tertib dengan pengawalan dari pihak keamanan Polres Parepare. (*)











