SUARADARING.COM, PAREPARE – Final turnamen sepak bola piala Gubernur, Sulawesi selatan yang mempertemukan tim kabupaten Bone melawan kabupaten Sidrap yang berlangsung di stadion Bj Habibie, kota Parepare, Sulawesi selatan, senin, 21 september 2026 diwarnai kericuhan.
Kericuhan bermula di menit 83 saat wasit menganulir gol tim bone yang membuat salah satu official Bone yang juga anggota DPRD masuk ke lapangan dan hendak menyerang wasit.
Sejumlah pemain dan official langsung masuk ke dalam lapangan saat wasit Agung Setiawan menganulir gol yang diciptakan oleh salah satu pemain dari kabupaten Bone pada menit ke-83.
Wasit super league itu nyaris dihajar oleh oficial Bone berinisial IB, yang berlari masuk ke dalam lapangan.
Beruntung, petugas steward bertindak cepat dan mengusir anggota DPRD kabupaten Bone itu dari dalam lapangan pertandingan.
aksi itu juga memantik emosi para suporter yang berada di tribun tertutup.
Beberapa oknum suporter nyaris lompat masuk ke area lapangan. Aksi mereka pun langsung dicegat aparat kepolisian yang berada di area tribun
Pertandingan sempat berhenti beberapa menit setelah akhirnya dilanjutkan setelah aparat kepolisian menenangkan manager dan offisial tim Bone.
pertandingan antara kabupaten Bone melawan kabupaten Sidrap yang berakhir dengan skor 1-1 , akhirnya dilanjutkan dengan drama adu penalty.
Kabupaten Bone berhasil meraih gelar juara setelah menang adu penalti dengan skor 5-4.
Piala gubernur digelar sebagai ajang mencari bibit-bibit pemain sepak bola daerah di seluruh kabupaten , kota di Sulawesi selatan
“Harapan kita ada kegiatan -kegiatan kepemudaan termasuk didalamnya, kemudian pembinaan atlet sekaligus mencari bibit-bibit di internal kita , harapan nanti akan muncul semangat kita untuk berlatih dan kemudian membentuk tim-tim …ada proyeksi menjadi pemain-pemain professional,” harap Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang ditmui usai pertandingan.
Atas kemenangan itu tim kabupaten Bone berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 200 juta. (*)










