SUARADARING.COM, PAREPARE – Sekelompok warga menggeruduk kantor lurah Ujung Bulu,Kecamatan Ujung Kota Parepare, Sulawesi selatan. Mereka mengatasnamakan dirinya komunitas warga RW 8, untuk mempertanyakan status, Sultan sebagai calon ketua RW terpilih yang dikabarkan didiskualifikasi. Senin, 19 Januari 2026.
pengunjuk rasa diterima langsung Lurah ujung bulu,didampingi asisten satu beserta panitia penyelenggara pemilihan RW 8. Pihak kelurahan membuka pertemuan bagi pengunjuk rasa mengutarakan tuntutannya.
Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Sultan yang akrab disapa Bang One itu mengantongi suara terbanyak jauh melampaui kedua lawannya saat pemilihan ketua RW lalu. Namun pasca ditetapkannya sebagai pemenang calon ketua RW, Sultan didiskualifikasi oleh pihak pemerintah setempat, dalam hal ini Lurah Ujung Bulu, karena dinilai tidak memenuhi syarat, sesuai Peraturan Wali kota (Perwali) yang berlaku dalam pemilihan RT/RW di kota Parepare.
“Seharusnya kita malu, kenapa level seperti pemilihan RW terjadi seperti ini sementara di daerah lain itu sudah selesai karena tahapannya sudah selesai, pertama dimana salah satu calon dinyatakan tidak sehat seharusnya dia gugur sebelum pemilihan bukan setelah dia menang.” Kesal Rustan Hakim yang ditemui awak media usai melakukan pertemuan dengan Lurah setempat.
Rustan sangat kecewa melihat proses pemilihan RW di wilayahnya. Ia bahkan menilai pembatalan bang One sebagai ketua RW terpilih diduga ada intervensi dari oknum pejabat
“Terus pemerintah setempat, panitia tidak boleh mengubah aturan di tengah atau setelah pemeilihan sedang berlangsung artinya apa?ada abius a power di dalamnya,”tegas Rustan.
Rustan bahkan mencontohkan pada pemerintahan Indonesia, yang dulunya pernah dipimpin oleh almarhum KH. Abdul Rahman Wahid alias Gusdur, yang juga memiliki keterbatasan fisik seabgai penyandang tunanetra.
“Adakan histori Indonesia pernah dipimpin oleh orang buta almarhum KH Abdul Rahman Wahid. Artiinya apa? Rakyat Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang kapabilitasnya tinggi. Apalagi bang one sudah periode kedua dan terpilih lagi, tidak perlu lagi beliau dipertanyakan birokrasinya, hubungannya kepada masyarakat seperti apalagi warga kosong delapan pada khususnya,”ujarnya
Sementara itu Lurah Ujung Bulu, Hasrah membantah jika ada keterpihakan kelurahan sehingga bang One tidak ditetapkan sebagai ketua RW 08. Hasrah mengaku pihaknya hanya melaksanakan sesuai dengan Perwali.
“Jadi mereka datang mempertanyakan pak Sultan atau bang One kenapa belum ditetapkan sebagai ketua RW 08, padahal dia memperoleh suara terbanyak. Ketua panitia penyelenggara menyampaikan pada saat rapat katanya dia kira kita di sini (Kelurahan Ujung Bulu) keterpihakan, sama sekali tidak. Kami dari pemerintah di sini tidak ada keterpihakan sama sekali. Kami hanya melaksanakan sesuai dengan perwali
Ditanya mengapa pada saat proses pendaftaran berkas persyaratan yang bersangkutan tidak diterima?. Lurah menegaskan pihaknya tidak masuk dalam rana itu. Ada di bagian ketua panitia penyelenggara.
“Pada saat pendaftaran itu, itu bukan wewenang saya disitu, saya di sini sebagai lurah sebagai penanggungjawab dan pengawas itu tugas panitia penyelenggara. Dari penerimaah berkas itu pak tahap pertama belum ada saya di sini (Kelurahan) saya masuk tanggal 9 januari,”sebutnya
Lebih jauh Hasrah yang baru menjabat sebagai Lurah Ujung Bulu itu menjelaskan, penyebab belum ditetapkannya pak Sultan sebagai ketua RW 8 terpilih. Lantaran adanya aduan warga yang masuk ke kantor kelurahan, sehingga pihak kelurahan meninindak lanjuti aduan tersebut.
“jadi kemarin itu ada aduan warga dari rw 8 jadi kita harus menanggapi juga sbagai pemerintah kelurahan. Aduannya kemarin itu menyampaikan bahwa, “saya tidak ingin memiliki calon rw yang tidak, maksudnya dalam kondisi tidak sehat. Karena secara fisik memang pak Sultan itu ada salah satu fungsi tubuhnya tidak berfungsi dengan baik yaitu mata,”jelasnya
Dari hasil pertemuan itu, pihak kelurahan kembali akan merencanakan musyawarah bersama dengan menghadirkan tokoh masyarakat, ketua LPMK, Bhabinsa dan Babinkamtibmas, ketua pantia penyelenggara, lurah dan camat.
Meski pihak kelurahan akan melakukan musyawarah ulang, namun pihak warga RW 8 kurang menerima hasil tersebut.
Rencananya mereka akan kembali melakukan aksi serupa untuk bertemu langsung dengan wali kota untuk mempertanyakan aturan Perwali terkait penyelenggaraan pemlihan RT/RW
Akibat aksi itu pelayanan masyarakat di kantor kelurahan ujung bulu sempat terganggu beberapa jam.
Sultan yang diketahui memiliki keterbatasan fisik sebagai penyandang tunanetra, terpilih menjadi ketua RW 8 yang ketiga kalinya dengan perolehan suara terbanyak daripada dua pesaingnya. Meski memiliki keterbatasan fisik namnun Sultan alias bang One sangat disuka oleh warga khususnya di RW 8 Ujung Bulu, karena memiliki kinerja yang baik tanpa pandang bulu. (*)










