Warga Tolak Lahan Pekuburan Umum Jadi Lokasi Tambang Galian C Potensi Terjadi Longsor

Rabu, 23 April 2025 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beginilah kondisi pekuburan umum di kelurahan Mallawa , kecamatan Mallusettasi, kabupaten Barru, tergerus karena aktivitas penambangan.

Beginilah kondisi pekuburan umum di kelurahan Mallawa , kecamatan Mallusettasi, kabupaten Barru, tergerus karena aktivitas penambangan.

SUARADARING.COM, BARRU – Warga di kabupaten Barru, Sulawesi selatan, menolak aktivitas penambangan di kawasan pekuburan umum, karena dapat berpotensi membahayakan permukiman warga sekitar.

Pantauan media kondisi pekuburan umum warga di kelurahan Mallawa , kecamatan Mallusettasi, kabupaten Barru, tergerus karena aktivitas penambangan.

Sejumlah kuburan terbongkar akibat aktivitas tambang galian c yang diketahui dilakukan salah satu perusahaan swasta bernama PT Reka Bila Utama. Bahkan beberapa kuburan warga harus dipindahkan hanya untuk menghindari pembongkaran akibat penambangan tersebut.

Menurut salah seorang warga, aktivitas penambangan ini telah berlangsung lama, meski telah dilaporkan ke pihak berwajib namun hingga saat ini belum ada tindakan atau proses lebih lanjut dari pihak terkait.

Warga sekitar menolak keras adanya aktivitas penambangan itu, karena kawasan tersebut dekat dengan permukiman warga, sangat membahayakan jika hujan terjadi longsor. Dimana sebelumnya telah memakan korban jiwa.

“Inikan ditambang sama pihak penambang sehiingga rusak. ini lokasi kuburan bukan lagi istilahnya tanah yang tidak begitu. Kerusakannya ini tidak bisa lagi ditoleransi ini dari pihak-pihak manapun,” kata Rusdin yang ditemui di lokasi pekuburan. Rabu, 23 April 2025.

“Waktu dia kerok awalnya bukan lagi 45 derajat lebih lagi 100 derajat kemiringannya. Bekas galiannya tunggu hujan saja ini, lihatmi pecah-pecah semua,”tegasnya

Meski diketahui telah mengantongi izin penambangan, namun Rusdin yang mewakili warga sekitar secara tegas menolak aktivitas tersebut, karena lahan itu adalah Kawasan pekuburan dan berpotensi longsor jika terjadi hujan.

“Katanya dia kasi masuk juga izin tambang ini sehingga dia berani merusak. Saya bilang bisanya begitu pak kita kasi masuk izin tambang pekuburan, kami menolak,”pungkasnya.

Dampak lain yang ditimbulkan akibat penambangan tersebut kata Rusdin adalah, merusak sumber mata air yang menjadi tumpuhan warga.

Warga pun akan terus berupaya untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut dan akan melaporkan hingga ke kapolri. (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Rombongan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Terancam Deportasi
Diduga Tertipu Travel Umrah, 44 Jamaah Umrah Parepare Terlantar Belum Pulang
Viral! Video Laka Lantas, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Truck Sedang Parkir Gunakan Sebagian Badan Jalan
Konflik Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah Parepare Minta JCH Tetap Tenang
Arus Mudik Lebaran Pelabuhan Nusantara Masih Terpantau Padat
Bocah 12 Tahun Hanyut di Sungai Saddang Berhasil Ditemukan Tim SAR Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel
Ramai Isu Larangan Berhijab Bagi Pegawai Muslim di RS Fatima Parepare, Komisi II DPRD Temui Direktur Rumah Sakit
Ada Pekerja Migran Indonesia Asal Pinrang di Tengah Perang Timur Tengah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 16:03 WITA

Rombongan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Terancam Deportasi

Kamis, 2 April 2026 - 19:27 WITA

Diduga Tertipu Travel Umrah, 44 Jamaah Umrah Parepare Terlantar Belum Pulang

Kamis, 2 April 2026 - 12:11 WITA

Viral! Video Laka Lantas, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Truck Sedang Parkir Gunakan Sebagian Badan Jalan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:11 WITA

Konflik Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah Parepare Minta JCH Tetap Tenang

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:21 WITA

Arus Mudik Lebaran Pelabuhan Nusantara Masih Terpantau Padat

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang menyerahkan beras bantuan kepada PBP saat memantau penyaluran Banpang di kantor kelurahan Lemoe kota Parepare.

Sulselbar

10.950 Warga di Parepare Terima Bantuan Pangan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WITA