SUARADARING.COM, BARRU – Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, mengakibatkan korban jiwa dan jembatan putus hanyut terbawa arus banjir.
Seorang bocah berusia 10 tahun tewas akibat terseret arus banjir saat pulang sekolah, di desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Peristiwa itu terjadi pada sabtu lalu saat hujan deras melanda wilayah kabupaten Barru.
Selain menelan korban jiwa. salah satu jembatan di Desa Pudee Kelurahan Takkalasi Kecamatan Balusu, terputus disapu bersih oleh derasnya arus banjir saat itu.
Jembatan yang diketahui masih dalam proses pembangunan itu, hancur saat banjir melanda wilayah kabupaten Barru. warga yang berada di wilayah tersebut terpaksa di evakuasi menggunakan perahu karet.
Menurut kabid pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Barru, Abdul Muhaemin Hasan, menyebutkan, kondisi di kabupaten barru saat ini mulai terkendali dan air mulai surut.
“ Pasca kejadian banjir di kabupaten barru 21 Desember. Situasi sudah terkendali beberapa titik banjir sudah surut signifikan. Dan terkait penanganan kita sudah melakukan beberapa Langkah pertama penyaluran logistik makanan terhadap korban bencana, dan mulai melakukan inventarisir kerugian material bencana yang sudah ada,”ungkap Muhaemin yang dikonfirmasi. Senin, 23 Desember 2024.
Lebih lanjut Muhemin menyebutkan dari tujuh kecamatan di kabupaten Barru semuanya melaporkan adanya dampak banjir.
“Dari hasil pemantauan data di lapangan, untuk banjir ini kabupaten Barru dari tujuh kecamatan semua melaporkan situasi kebencanaan yang ada. Adapun kerusakan material dampak banjir adalah jalan tani, persawahan. Disamping itu juga terdapat jembatan hanyut di pudee, akibat derasnya arus banjir, sebenarnya sudah dalam proses kembali tetapi karena derasnya arus akhrinya jembatan tersebut hanyut dan roboh,”
“satu anak korban meninggal dunia karena juga terbawa arus di desa libureng,”sambung Muhaemin
Tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah kabupaten Barru, pada sabtu 21 desember lalu, mengakibatkan tujuh kecamatan di wilayah ini terendam banjir setinggi satu hingga dua meter.
Pihak BPBD kabupaten Barru pun telah melakukan upaya penanganan, berupa pemberian bantuan makanan melalui dapur umum, dan assesment terhadap kerugian material dampak banjir. (*)










