SUARADARING.COM, PAREPARE – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diduga dari pulau kalimantan menyelimuti wilayah di kota Parepare, Sulawesi selatan.
Akibat dampak kabut asap, proses pembelajaran sekolah terpaksa dilakukan secara daring, untuk mengurangi dampak kesehatan bagi siswa.
Pantauan media kondisi kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah di kota Parepare. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat warga khawatir dengan gangguan kesehatan utamanya gangguan pernapasan.
Selain memicu gangguan pernapasan, kabut asap tebal ini pun berdampak pada proses pembelajaran di sekolah. Hingga siswa harus diliburkan dan seluruh proses pembelajaran dilakukan secara daring. Ini dilakukan setelah pemerintah kota Parepare mengeluarkan surat himbauan tentang bahaya kabut asap bagi kesehatan siswa.
Seperti yang terpantau di SD Negeri 18 kota Parepare, seorang guru memberikan materi pembelajaran kepada siswanya melalui zoom dan group Whatshap. Kamis, 15 Oktober 2026.
“Jadi ini ada imbauan kemarin yang msuk tentang kabut asap di Parepare sangat tebal, makanya kita diimbau untuk melaksanakan hari ini tanggal 15-16 Oktober belajar daring. Jadi kita para guru memberikan tugas kepada anak-anak melalui zoom. Jadi semoga hanya dua hari iniji berlaku belajar daring,”ungkap Fatmawati kepada suaradaring.com
Sementara itu Wali kota Parepare Tasming Hamid, sebelumnya telah melayangkan surat edaran ke seluruh sekolah untuk dilakukan pembelajaran daring mengingat kondisi udara di kota Parepare dalam kondisi buruk.
Jadi sebenarnya sudah ada surat edaran dari gubernur poin-poninya secara normatif normalnya bagaiamana bisa membagi-bagikan maske. Jadi kita tahu bersama kondisi udara saat ini di kota Parepare buruk,”
Proses belajar daring yang dilakukan pihak sekolah berlangsung selama dua hari. para guru dan siswa berharap belajara daring tidak berlangsung lama. dan asap tebal tidak lagi terjadi. (*)










