SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN UP3 Mattirotasi Parepare, Sulawesi selatan, menyebabkan pelayanan publik di kota Parepare terganggu dan sangat disesalkan warga karena tidak tersedia mesin genset di tempat tersebut. Selasa, 2 September 2026.
Seperti yang terjadi di pusat layanan publik Mal Pelayanan Publlik (MPP) kota Parepare, warga tidak bisa memanfaatkan semua jenis layanan publik yang ada di MPP tersebut karena dampak pemadaman listrik bergilir pada senin,1 September 2026.
Salah seorang warga yang hendak melakukan pengurusan KTP mengeluhkan karena tidak terlayani saat tiba di MPP. Ia kecewa sebab jarak dari rumahnya menuju MPP berkisar tiga kilometer ditambah dengan kondisi cuaca yang terik membuatnya kesal.
“Ini mau urus KTP anak saya karena kabur mau diganti. Tolong pemerintah ini dibantu dikasi genset karena ini pelayanan masyarakat usahakan. Tidak seberapa sih harganya kalau uang pemerintah, kalau pribadi mungkin agak mahal. tapi kalau pemerintah kan banyak uangnya pemerintah,”Sesal Agus kepada awak media.
“Ia mendesak saya mau gunakan KTP karena ditolak ki pengambilan beras karena terhapuski namanya. untuk pengambilan Bantuan pangan (Banpang). Saya dari Batangrappe,”uajrnya.
Pemadaman bergilir yang dilakukan pihak PLN UP3 Mattirotasi sejak dua hari dimulai Minggu hingga Senin dengan durasi waktu lima jam, membuat beberapa kantor pelayanan publik yang terdapat di MPP seperti kantor Disdukcapil, Satlantas, PTSP hingga perbankan untuk sementara tidak membuka layanan.
Salah satu staf PTSP Hj. Janna mengungkapkan, sebelum pemadaman pihaknya sempat melayani warga yang melakukan permohonan sesuai kebutuhan. Namun karena pemadaman listrik terjadi pukul 12.30 hingga 16.00 pelayanan terhenti
“Sebelum listrik padam kami melayani warga yang bermohon pas jam 12 selesai shalat duhur listrik padam jadi pelayanan dihentikan sementera, pemohon juga ada yang sudah tau kalau lsitrik padam karena kami pasangkan pengumuman.
Ditanya soal alternatif sumber listrik pihaknya mengaku hingga saat ini belum ada disediakan dengan alasan efisiensi.
“Belum ada sementara ini seperti genset tidak ada kita ketahui bersamakan efisiensi”ucapnya.
Dengan adanya pemadaman bergilir ini warga berharap kepada pemerintah kota Parepare untuk menyiapkan mesin genset sebagai sumber listrik alternatif agar pelayanan tetap berjalan meski pemadaman listrik bergilir terjadi. (*)










