Alasan Anggaran, Sekolah di Parepare Belum Laksanakan Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 6 Januari 2025 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana belajar mengajar di salah satu SD Negeri di kota Parepare, saat ini masih belum melaksanakan program Makan Bergizi Gratis

Suasana belajar mengajar di salah satu SD Negeri di kota Parepare, saat ini masih belum melaksanakan program Makan Bergizi Gratis

SUARADARING.COM, PAREPARE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah Prabowo dan Gibran, kini telah resmi dilakukan secara serentak di beberapa daerah di 26 provinsi. Sementara sekolah di kota Parepare, Sulawesi selatan, belum melaksanakan program tersebut karena alasan anggaran.

Meski hari ini senin, 6 Januari 2025 program MBG telah resmi dilaksanakan , namun sekolah di kota Parepare belum melaksanakan program tersebut.

Pantauan media para siswa masih membawa bekal sendiri dari rumah, padahal siswa sangat berharap program tersebut sudah bisa dirasakan di sekolahnya.

Kepala sekolah Smp Negeri 2 kota Parepare, Dra. Hj. Nasriah, mengemukakan, di sekolahnya masih belum melaksanakan makan bergizi gratis yang diprogramkan oleh presiden terpilih Prabowo dan Gibran. Karena masih menunggu kebijakan pemerintah daerah.

“Untuk saat ini anak-anak belum mendapatkan makanan bergizi gratis, kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah daerah. Jadi untuk saat ini siswa kami masih membawa makanan sendiri dari rumah,”terangnya.

“Harapan saya semoga itu bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswa kami bisa mendapatkan makanan yang bergizi, bukan makanan yang mahal tetapi makanan yang bergizi,”harapnya.

Sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare, Makmur menerangkan, pelaksnaan uji coba MBG belum dilaksanakan karena anggarannya belum ada.

“Jadi untuk di Sulawesi selatan itu uji cobanya berjalan di Takalar, untuk kita di Parepare uji coba secara menyeluruh itu belum karena anggarannya belum ada,”terangnya.

“ini juga kami belum tahu pengelolahnya siapa ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional, penyedianya siapa ditunjuk BGN. Karena BGN akan melakukan seleksi,siapa penyedia siapa pengelola dan siapa pengawas,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, Pihaknya mengungkapkan hingga saat ini DPRD belum menganggarkan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Parepare, dengan alasan belum ada petunjuk teknis dari pemerintah pusat

“Jadi makan bergizi gratis ini awalnya kita belum anggarkan di APBD kita, karena penjelasan dari kepala dinas itu belum ada juknis, sehingga kepala dinas juga belum mampu menyampaikan seperti apa makan bergizi gratis ini, tapi hitung-hitungan memang sudah ada, kalau indeksnya itu 15 ribu per siswa kali 25 ribu siswa sekitar 90 miliar. Nah sekarang kan ketentuan pemerintah 10 ribu per siswa, berarti itu kita harus siapkan 60 miliar per tahun,”terangnya

Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare, jumlah siswa yang akan menikmati progam MBG tersebut, berkisar 25 ribu siswa mulai dari sd dan smp.

Para siswa dan guru di kota Parepare berharap program ini bisa terlaksana dengan baik agar gizi bagi anak-anak indonesia bisa terpenuhi dengan baik.

Diketahui makan bergizi gratis adalah program nasional yang telah dicanangkan oleh presiden terpilih Prabowo dan Gibran. Seperti yang dilansir di laman resmi kemenkopmk.go.id. Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nunung Nuryartono menyampaikan, program makan bergizi gratis yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan SDM Indonesia.

“Sangat penting sekali, harapannya program makan bergizi bisa menjadi dorongan pengungkit yang lebih signifikan untuk mampu menurunkan angka stunting di Indonesia. Yang tidak kalah penting tidak hanya menurunkan tapi mencegah munculnya angka stunting baru,” ujar Nunung Nuryartono.

Deputi Nunung menjelaskan, program makan bergizi gratis bertujuan untuk memberikan asupan gizi yang lebih baik dan juga mencegah stunting. Target utamanya adalah peserta didik di bangku sekolah.

Nunung menerangkan, program makan bergizi yang akan resmi bergulir pada Januari 2025 itu akan mendorong pemanfaatan pangan lokal, dan juga komunitas usaha lokal yang dilakukan oleh UMKM, Bumdes, dan koperasi.(*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Kolaborasi IDI, PPNI, dan INKAVIN Sambut Hari Jantung Sedunia 2025 di Parepare
Dekatkan Program JKN Melalui Media Gathering BPJS Kesehatan Parepare
Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Puluhan Guru BK Ikuti Pelatihan Penguatan Konselor
Baru Lima Bulan Dibuka, RS Hasri Ainun Habibie Parepare Sudah Layani 146 Pasien Operasi Bedah Otak
Hari Asma Sedunia 2025, dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA: Akses Obat Asma Untuk Semua
Hilangkan Stigma Diskriminasi ODHA, YPKT-AHF Buka Workshop Jurnalistik Peduli HIV/AIDS
Manajemen RSUD Andi Makkasau Sebarkan Pesan Kesehatan, Pastikan Tubuh Terhidrasi dengan Baik saat Berpuasa
Dokter RSUD Andi Makkasau Edukasi Masyarakat Tentang Ginjal Melalui Tayangan Program Talkshow di TVPeduli Parepare

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 13:06 WITA

Kolaborasi IDI, PPNI, dan INKAVIN Sambut Hari Jantung Sedunia 2025 di Parepare

Rabu, 27 Agustus 2025 - 23:11 WITA

Dekatkan Program JKN Melalui Media Gathering BPJS Kesehatan Parepare

Selasa, 29 Juli 2025 - 10:56 WITA

Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Puluhan Guru BK Ikuti Pelatihan Penguatan Konselor

Minggu, 1 Juni 2025 - 21:18 WITA

Baru Lima Bulan Dibuka, RS Hasri Ainun Habibie Parepare Sudah Layani 146 Pasien Operasi Bedah Otak

Selasa, 6 Mei 2025 - 19:26 WITA

Hari Asma Sedunia 2025, dr.Nevy Shinta D SpP MARS FISR FISQUA: Akses Obat Asma Untuk Semua

Berita Terbaru

kondisi korban saat mendapatkan pelayanan medis

Hukum & Kriminal

Kurir Dikeroyok Orang Tak Dikenal Hingga Alami Luka di Wajah dan Kepala

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:06 WITA