Bareskrim Polri Sita 1.883 Balpress, Pakaian Bekas Impor Rugikan Industri Lokal dan Bisnis UMKM

Rabu, 7 Agustus 2024 - 23:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1.883 bal pakaian bekas atau balpress dari dua lokasi di Kota Bandung dan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, disita Bareskrim Polri dan dimusnahkan

1.883 bal pakaian bekas atau balpress dari dua lokasi di Kota Bandung dan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, disita Bareskrim Polri dan dimusnahkan

SUARADARING.COM, JAKATA – Bareskrim Polri yang tergabung dalam Satgas Importasi Ilegal berhasil mengamankan 1.883 bal pakaian bekas atau balpress dari dua lokasi di Kota Bandung dan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, masuknya barang-barang illegal tersebut dapat mengancam stabilitas ekonomi negara.

Menurutnya dengan masuknya barang berupa pakaian bekas dari Cina, Korea dan Jepang tersebut dapat mengakibatkan multiplier effect. Pasalnya, tidak hanya merugikan dari sisi penerimaan negara, namun juga berdampak bagi para pengusaha industri dalam negeri dan UMKM.

“Bisa dibayangkan dengan harga baju yang kalau dijual eceran gini saja nilai impor satu piecess aja sudah berapa ribu (rupiah). Tetapi bisa dijual dengan nilai yang sangat-sangat murah. Di mana kita bisa bersaing. Multiplier efffect-nya banyak. Pabrik-pabrik garmen kita tutup, UMKM kita tidak bisa bersaing. Sementara kita menyadari bahwa UMKM adalah salah satu tulang punggung perekonomian kita,” kata Komjen Wahyu dalam konferensi pers di Penimbunan Pabean Bea dan Cukai Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 6 Agustus 2024.

Jenderal bintang tiga ini berujar, Indonesia merupakan negara besar dan memiliki potensi menjadi sebuah negara dengan perekonomian yang sangat tinggi. Ia mengatakan, Presdien Joko Widodo dan Pemerintah bercita-cita visi Indonesia Emas Tahun 2045. Jikalau, barang-barang impor ilegal terus masuk ke Tanah Air bagaimana hal tersebut bisa tercapai.

“Karena syarat menjadi negara dominan adalah pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan stabilitas keamanan dan ketertiban. Kalau barang-barang ini masuk terus, UMKM dan industri kita turun, makin banyak pengangguran. Dampaknya juga kepada stabilitas keamanan juga. Karena masalahnya akan lari dengan perut,” tuturnya.

Wahyu mengatakan, penyitaan tersebut bagian dari penegakan hukum dan menjadi komitmen Polri mendukung upaya yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan Satgas Importasi Ilegal untuk menyelesaikan permasalahan bersama.

Di tempat yang sama, Menteri Pedagangan Zulkifli Hasan mengatakan Bareskrim Polri telah melakukan penindakan terhadap pakaian bekas sebanyak 1.883 bal, Ditjen Bea dan Cukai melalui Kantor Pelayanan Beacukai Tanjungpriok mengamankan balpres sebanyak 3.044 bal, Kantor Pengawasawan Beacukai Cikarang mengamankan 696 produk jadi berupa karpet, 6.578 unit elektronik berupa laptop, handphone, mesin fotokopi dan 5.896 pieces pakaian jadi serta aksesoris. Sementara Kementerian Perdagangan menyita 20 ribu kain rol yang tidak dilengkapi perizinan impor.

“Dari hasil tindak tersebut keseluruhan diperkirakan nilai barang yakni sebesar Rp46.188.205.400 . Keseluruhan barang yang disampaikan tadi tidak memenuhi kepatuhan dalam importasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Mendag mengimbau kepada seluruh pihak untuk bekerja sama, agar masalah ini bisa diselesaikan Bersama. Ia membeberkan banyak keluhan ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian akibatnya masuknya barang-barang impor illegal tersebut dapat mengakibatkan industry dalam negeri terancam gulung tikar.

“Keinginan kita apalagi nanti pemerintahan baru ya ingin tumbuh 8 persen . Kalau ini kita tidak bereskan tentu tidak mudah mencapai 8 persen itu. Tapi kalau ini kita bereskan industri kita akan tumbuh, pusat-pusat perdagangan kita akan tumbuh, UMKM kita juga akan tumbuh . Saya kira demikian saya kira kita satu tim , tim itu perlu perlu kerja sama yang kuat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Melalui Sosialisasi dan Evaluasi Penyaluran Beras SPHP, Bulog Parepare Tekankan RPK Terindikasi Melanggar Siap di Suspend
Bulog Parepare Bersama Satgas Pangan Sidak RPK Cegah Tindakan Oplos Beras Subsidi SPHP
Saatnya Melek Investasi Emas, BSN Hadirkan Promo Pembiayaan Emas dengan Penawaran Menarik
Pertama di Parepare Rumah Subsidi Bukit Cendana Land Tawarkan Fasilitas Mini Water Boom
Jaga Hubungan Kemitraaan, Branch Manager Pelindo Parepare Audince dengan Kajari Parepare
Perumahan Subsidi Grand Panrita Tawarkan Hunian Nyaman dan Moderen
Pelindo Akan Siapkan Timbangan Khusus Kendaraan Naik Berlayar di Pelabuhan Nusantara Parepare
BNI Regional Area 3 – Parepare Branch Office Hadirkan Program “BNI Sahabat Sekolah Rakyat” di SRT 1 Sidenreng Rappang

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:45 WITA

Melalui Sosialisasi dan Evaluasi Penyaluran Beras SPHP, Bulog Parepare Tekankan RPK Terindikasi Melanggar Siap di Suspend

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Saatnya Melek Investasi Emas, BSN Hadirkan Promo Pembiayaan Emas dengan Penawaran Menarik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:18 WITA

Pertama di Parepare Rumah Subsidi Bukit Cendana Land Tawarkan Fasilitas Mini Water Boom

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:36 WITA

Jaga Hubungan Kemitraaan, Branch Manager Pelindo Parepare Audince dengan Kajari Parepare

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:46 WITA

Perumahan Subsidi Grand Panrita Tawarkan Hunian Nyaman dan Moderen

Berita Terbaru