Elpiji 3 Kg di Parepare Disorot, Pemkot Parepare Turun Langsung Awasi Distribusi Hingga Pengecer

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Parepare, Amarun Agung Hamka, didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Parepare Andi Wisna serta SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama. melakukan sidak ke Pangkalan

Sekda Parepare, Amarun Agung Hamka, didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Parepare Andi Wisna serta SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama. melakukan sidak ke Pangkalan

SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan Elpiji 3 kilogram di Kota Parepare, Selasa, 4 Agustus 2026.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Sidak dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Parepare Andi Wisna serta SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama.

Hamka mengatakan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan selama sepekan ke seluruh rantai distribusi LPG, mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen, pangkalan hingga pengecer.

“Dalam satu minggu ini kami akan terus melakukan pengawasan dan melihat distribusi dari SPBE ke agen, ke pangkalan hingga pengecer, sehingga kami bisa mengetahui di mana sebenarnya persoalan terjadi jika ada kendala,” kata Hamka.

Menurutnya, hasil pemantauan sementara menunjukkan distribusi LPG di Parepare masih berjalan normal dan belum ditemukan masalah besar.

Namun, pemerintah menduga tingginya kebutuhan Elpiji dipengaruhi musim kemarau yang membuat banyak petani menggunakan tabung gas untuk mengoperasikan pompa air irigasi.

“Sebenarnya stok aman dan kami terus memantau proses distribusi setiap hari. Saat ini alokasi Elpiji di Parepare sekitar 7.240 tabung per hari,” ujarnya.

Hamka menambahkan, jika dalam pemantauan ditemukan peningkatan kebutuhan yang signifikan akibat musim kemarau, Pemkot Parepare akan mengusulkan penambahan kuota LPG kepada pihak terkait.

Sementara itu, SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama, menegaskan bahwa LPG subsidi tidak diperbolehkan disalurkan ke luar wilayah distribusi yang telah ditetapkan.

“Secara ketentuan, penyaluran LPG tidak boleh keluar dari wilayah distribusi atau kota dan kabupaten yang menjadi wilayah alokasinya. Saat ini kami masih melakukan penelusuran dan koordinasi terkait indikasi adanya barang yang keluar daerah,” jelas Mulian.

Ia mengungkapkan, Pertamina secara rutin melakukan monitoring ke SPBE, agen, dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan normal. Bahkan dalam tiga hari terakhir, pasokan Elpiji untuk Parepare telah ditingkatkan dari sekitar 7.240 tabung menjadi 7.800 tabung per hari.

“Kami melihat permintaan cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan terdampak musim kemarau,” katanya.

Menurut Mulian, peningkatan konsumsi Elpiji tidak hanya berasal dari rumah tangga dan usaha mikro, tetapi juga dari petani yang menggunakan LPG untuk mengoperasikan mesin pompa air irigasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi pemerintah, penggunaan LPG subsidi untuk sektor pertanian hanya diperbolehkan bagi petani sasaran yang menerima bantuan konverter kit BBM ke BBG dari pemerintah.

Namun di lapangan banyak petani yang melakukan konversi secara mandiri sehingga ikut menggunakan Elpiji subsidi.

“Banyak petani yang menggunakan Elpiji untuk pompa air karena dinilai lebih hemat, waktu operasionalnya lebih lama, dan biayanya lebih murah dibandingkan BBM,” ungkapnya.

Meski demikian, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi Elpiji subsidi tetap tepat sasaran.

Terkait penyaluran melalui pengecer, Mulian menyebut regulasi masih memperbolehkan pengecer terdaftar menerima sekitar 10 persen dari alokasi pangkalan.

Namun saat ini pihaknya mengimbau seluruh pangkalan agar lebih memprioritaskan penjualan kepada konsumen langsung, khususnya rumah tangga dan usaha mikro.

Salah seorang warga Parepare, Rahim, mengaku masih dapat membeli Elpiji 3 kilogram langsung di pangkalan dengan harga yang bervariasi.

“Kadang saya beli Rp18.500 per tabung, kadang juga sampai Rp20.000 per tabung,” katanya. (Adv)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Saatnya Melek Investasi Emas, BSN Hadirkan Promo Pembiayaan Emas dengan Penawaran Menarik
Pertama di Parepare Rumah Subsidi Bukit Cendana Land Tawarkan Fasilitas Mini Water Boom
Jaga Hubungan Kemitraaan, Branch Manager Pelindo Parepare Audince dengan Kajari Parepare
Perumahan Subsidi Grand Panrita Tawarkan Hunian Nyaman dan Moderen
Pelindo Akan Siapkan Timbangan Khusus Kendaraan Naik Berlayar di Pelabuhan Nusantara Parepare
BNI Regional Area 3 – Parepare Branch Office Hadirkan Program “BNI Sahabat Sekolah Rakyat” di SRT 1 Sidenreng Rappang
Penumpang Internasional Kini Bisa Pesan Whoosh Lewat All Indonesia
Unhas Kembangkan Inovasi Limbah Pertanian, Tasming Hamid Dorong Penerapan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Parepare

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Saatnya Melek Investasi Emas, BSN Hadirkan Promo Pembiayaan Emas dengan Penawaran Menarik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:36 WITA

Jaga Hubungan Kemitraaan, Branch Manager Pelindo Parepare Audince dengan Kajari Parepare

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:46 WITA

Perumahan Subsidi Grand Panrita Tawarkan Hunian Nyaman dan Moderen

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:05 WITA

Pelindo Akan Siapkan Timbangan Khusus Kendaraan Naik Berlayar di Pelabuhan Nusantara Parepare

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:09 WITA

BNI Regional Area 3 – Parepare Branch Office Hadirkan Program “BNI Sahabat Sekolah Rakyat” di SRT 1 Sidenreng Rappang

Berita Terbaru

Goto bersama usai kegiatan

Advertorial

Komitmen Pelindo Parepare Percepat Proses Pelayanan Pengguna Jasa

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:40 WITA