SUARADARING.COM, PAREPARE – Institut Andi Sapada (IAS) Parepare, Sulawesi selatan, terus menunjukkan kemajuan dalam mengelola perguruan tinggi. Program Studi (Prodi) Magister Manajemen baru-baru ini meraih akreditasi unggul dari LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara).
Dengan raihan itu IAS makin pede dan siap bersaing di tingkat nasional. Hal itu diungkapkan Rektor IAS dalam sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dirangkaikan dengan peresmian Auditorium Andi Sapada dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kota Parepare, serta pengukuhan IAS dengan capaian akreditasi unggul di Aula Pertemuan Kampus. Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan itu menjadi momentum penting bagi IAS sebagai perguruan tinggi swasta, yang terus memperlihatkan kemajuan dalam dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi yang ada di kota Parepare.
Rektor Institut Andi Sapada, Prof. Bachtiar Tijang, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul bukan sekadar prestasi administratif, melainkan bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjaga mutu pendidikan. Ia menyebut akreditasi unggul sebagai “modal harga diri” bagi Institut Andi Sapada untuk bersaing di tingkat nasional.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Drs. Andi Lukman, M.Si. Menegaskan bahwa akreditasi unggul harus dijadikan landasan untuk memperkuat tata kelola, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa keberhasilan Institut Andi Sapada mencerminkan terpenuhinya standar mutu tertinggi dalam aspek tata kelola, penelitian, dan luaran pendidikan
“Akreditasi unggul bukan sekadar kebanggaan, tetapi tanggung jawab. Perguruan tinggi harus konsisten menjaga budaya mutu, memperkuat riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, dan menghasilkan lulusan yang profesional serta cepat terserap di dunia kerja,” ujarnya.
LLDIKTI juga berkomitmen mendampingi Institut Andi Sapada dalam pengembangan program studi baru, peningkatan jabatan fungsional dosen, dan riset yang memberi solusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan hanya regulator, melainkan fasilitator yang menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pemaparan VISI MISI (BHTS) Renstra dan Renop Institut yang disampaikan oleh guru besar Managemen Universitas Muhammadiyah Jember, Prof. Dwi Cahyono, secara virtual. Serta peresmian Auditorium baru.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turut memberikan apresiasi atas capaian Institut Andi Sapada. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan, termasuk melalui program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu dan berprestasi.
“Kurang lebih Rp50 juta per tahun kami siapkan untuk membiayai anak-anak Parepare yang berprestasi agar tidak putus kuliah. Ini bentuk perhatian pemerintah agar pendidikan bisa diakses lebih luas,” ungkapnya.
Tasming juga menekankan bahwa keberadaan Institut Andi Sapada dengan akreditasi unggul akan mengurangi kebutuhan masyarakat Parepare untuk menempuh pendidikan jauh ke luar kota.
Dewan Pembina Institut Andi Sapada, Ir. Andi Malongbassi, turut menyampaikan apresiasi atas capaian kampus. Ia mengingatkan bahwa yayasan yang menaungi Institut Andi Sapada telah berdiri sejak 1977, dan kini semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan di kawasan Parepare dan sekitarnya. “Kerja sama dengan pemerintah kota harus terus dijaga, agar dunia pendidikan semakin maju dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya
Acara FGD yang turut dihadiri Kapolres, OPD terkait, tokoh Masyarakat, Perwakilan perguruan tinggi, Ormas, Organisasi Sosial dan jajaran IAS. (*)










