SUARADARING.COM, WAJO – Wakil Ketua I KONI Parepare, Asy’ari Abdullah, memboyong pengurus memantau atlet yang berlaga pada Porprov XVIII Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo, Minggu, 8 November 2026. Rombongan menyambangi venue tenis meja, petanque, basket, dan akuatik untuk memberikan dukungan moril.
Sejumlah cabang olahraga mencatatkan tren positif serta menyumbang medali. Petanque meraih 1 emas, akuatik menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, tenis meja berpeluang emas, sementara basket masih bertanding.
Asy’ari mendesak Pemkot Parepare memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak-hak atlet. Menurutnya, pemkot wajib menjamin kecukupan logistik dan fasilitas selama ajang berlangsung.
“Pemerintah kota harus memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan seluruh atlet yang sedang berjuang membawa nama Parepare. Atlet yang telah berlatih dan berjuang di arena pertandingan harus mendapatkan dukungan yang layak,” tegas Asy’ari.
Ia menyayangkan timbulnya masalah teknis seperti kendala konsumsi yang dialami kontingen. Asy’ari menekankan pentingnya peran pemkot dalam menanggung kebutuhan operasional atlet.
“Persoalan konsumsi, transportasi, perlengkapan, hingga kebutuhan selama mengikuti pertandingan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah,” lanjutnya.
Asy’ari menuntut kepastian pencairan bonus bagi para atlet yang berhasil meraih medali. Janji apresiasi tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras atlet.
“Janji penghargaan kepada atlet harus memiliki kepastian dan direalisasikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah,” ujar anggota DPRD Parepare ini.
Ia menekankan bahwa raihan prestasi olahraga membutuhkan sistem pembinaan yang terencana dan berjangka panjang. Hasil maksimal dinilai tidak akan tercapai melalui persiapan serba mendadak.
“Prestasi tidak bisa dibangun secara instan menjelang kejuaraan, tetapi membutuhkan pembinaan berkelanjutan, dukungan anggaran, fasilitas memadai, serta kompetisi yang terencana,” jelasnya.
Asy’ari mendorong evaluasi total atas pengelolaan kontingen Parepare yang sempat menuai keluhan di media sosial. Langkah ini diperlukan demi memperbaiki tata kelola pada ajang mendatang.
“Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kontingen Parepare pada Porprov XVIII. Evaluasi ini diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi, sekaligus menjadi bahan perbaikan tata kelola pembinaan dan pengelolaan kontingen pada ajang olahraga berikutnya,” paparnya.
Ia mengingatkan pengelola kontingen agar membebaskan atlet dari gangguan masalah logistik dasar. Fokus utama atlet di lapangan adalah bertanding secara maksimal.
“Atlet harus bisa berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan tanpa dibebani persoalan teknis dan kebutuhan dasar yang semestinya menjadi tanggung jawab pengelola kontingen,” pungkas Asy’ari.
Asy’ari didampingi Sekretaris KONI Andi Ahman Afandi, Auditor Ramlah, serta perwakilan pengurus cabor yakni Sukri, Ramli, S. Parman Agusmante, dan pelatih basket Akbar.
Porprov XVIII Sulsel digelar 7–14 November 2026 di Wajo dan Bone. Ajang ini diikuti 24 kabupaten/kota yang mempertandingkan 45 cabang olahraga.










